BREAKING NEWS
 

Ini Niat Puasa Qadha Ramadhan Dan Puasa Senin Kamis, Apakah Boleh Digabung?

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Sabtu, 5 April 2025 15:45 WIB
Ilustrasi buka puasa. Foto: Dwi Pambudo/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Puasa qadha Ramadhan adalah kewajiban bagi umat Muslim yang memiliki utang puasa selama bulan Ramadhan. Menjalankan puasa qadha dapat dilakukan pada hari apa saja, termasuk hari Senin dan Kamis, yang juga merupakan hari disunnahkannya berpuasa. 

Menurut sebagian ulama, jika seseorang memiliki utang puasa Ramadhan, maka wajib mengqadhanya terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa sunnah. Namun, terdapat perbedaan pendapat mengenai apakah niat puasa qadha Ramadhan dapat digabung dengan niat puasa sunnah seperti puasa Senin-Kamis. 

Sebagian ulama memperbolehkan penggabungan niat tersebut, sementara lainnya menganjurkan untuk memisahkannya demi kehati-hatian dalam beribadah.

Syekh Dr. Ali Jum’ah berpendapat bahwa seorang Muslim boleh menggabungkan niat puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Syawal. Dengan demikian, yang melaksanakan akan memperoleh dua pahala sekaligus. Beliau menyatakan: 

‎أما عن الجمع بين نية صوم هذه الأيام الستة أو بعضها مع أيام القضاء في شهر شوال، فيجوز للمسلم أن ينوي نية صوم النافلة مع نية صوم الفرض، فيحصل المسلم بذلك على الأجرين

“Ada pun menggabungkan niat puasa sunah enam Syawal—seluruhnya atau sebagiannya—dengan puasa qadha Ramadhan yang dilaksanakan di bulan Syawal, maka boleh hukumnya bagi setiap Muslim bahwa ia berniat puasa sunah berserta puasa fardu. Maka siapa yang mengamalkan demikian mendapatkan dua pahala.”

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Syekh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatuth Thalibin dan didukung oleh Syekh Ar-Ramli serta Ibnu Hajar al-Haitamiy. Mereka menegaskan bahwa menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa sunnah tidak akan mengurangi pahala dari kedua puasa tersebut.

Di sisi lain, beberapa ulama menganjurkan untuk memisahkan antara puasa qadha dan puasa sunnah. Al-Khatib Asy-Syarbini dalam kitab Mughnil Muhtaj menyarankan agar seseorang yang memiliki hutang puasa Ramadhan sebaiknya menyelesaikan qadha terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa sunnah. 

Pendapat ini juga didukung oleh Prof. Quraish Shihab, yang menekankan pentingnya mendahulukan kewajiban sebelum melaksanakan amalan sunnah.   

Baca juga : Ini Niat Puasa Syawal, Panduan Lengkap Dan Jadwal Pelaksanaannya

“Sebaiknya mendahulukan qadla (membayar utang) karena hukumnya wajib, setelah itu baru yang sunnah,” tulisnya pada buku Panduan Puasa bersama Quraish Shihab.

“Kalau harus memilih, maka bayar utang puasa lebih dahulu, karena ia wajib,” lanjutnya.

1. Niat Puasa Qadha Ramadhan

Bacaan niat untuk mengqadha puasa Ramadhan adalah: 

‎نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى 

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta’âlâ. 

Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”  

2. Niat Puasa Qadha Ramadhan Di Hari Senin

Adsense

Jika mengqadha puasa Ramadhan bertepatan dengan hari Senin, niatnya adalah:

Baca juga : Jadwal Buka Puasa Jakarta Dan Waktu Imsak Hari Ini, Kamis (27/3)

‎نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ الْمَاضِي، الَّذِي عَلَيَّ فَرْضٌ، صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ الْمُتَبَقِّي مِنْهُ، فِي هَذَا الْيَوْمِ الْمُبَارَكِ الْمُصَادِفِ الِاثْنَيْنِ، لِلَّهِ تَعَالَى 

Latin: Nawaitu shauma shahri Ramadhān al-māḍī, alladhī ‘alayya fardhun, shauma shahri Ramadhān al-mutabaqqī minhu, fī hādhā al-yawmi al-mubāraki al-muṣādiqi al-ithnayn, lillāhi ta’ālā. 

Artinya: “Saya niat berpuasa qadha Ramadhan tahun lalu, yang belum saya ganti, pada hari ini yang bertepatan dengan hari Senin yang mulia, karena Allah Ta’ala.”  

3. Niat Puasa Qadha Ramadhan di Hari Kamis

Untuk mengqadha puasa Ramadhan pada hari Kamis, niatnya sebagai berikut: 

‎نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ الْمَاضِي، الَّذِي عَلَيَّ فَرْضٌ، صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ الْمُتَبَقِّي مِنْهُ، فِي هَذَا الْيَوْمِ الْمُبَارَكِ الْمُصَادِفِ الْخَمِيسِ، لِلَّهِ تَعَالَى 

Latin: Nawaitu shauma shahri Ramadhān al-māḍī, alladhī ‘alayya fardhun, shauma shahri Ramadhān al-mutabaqqī minhu, fī hādhā al-yawmi al-mubāraki al-muṣādiqi al-khamīs, lillāhi ta’ālā. 

Artinya: “Saya niat berpuasa qadha Ramadhan tahun lalu, yang belum saya ganti, pada hari ini yang bertepatan dengan hari Kamis yang mulia, karena Allah Ta’ala.”  

4. Niat Puasa Sunnah Senin

Baca juga : Keluarga Tahanan Kirim Makanan Untuk Bukber

Untuk menjalankan puasa sunnah pada hari Senin, niatnya adalah:

‎نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى 

Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta’âlâ. 

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.”  

5. Niat Puasa Sunnah Kamis

Untuk puasa sunnah pada hari Kamis, niatnya sebagai berikut:

‎نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيسِ لِلَّهِ تَعَالَى 

Latin: Nawaitu shauma yaumil khamīsi lillâhi ta’âlâ. 

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense