BREAKING NEWS
 

RI Tolak Relokasi Paksa Warga Palestina, Prabowo Konsultasi Ke Pemimpin Timteng

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Jumat, 11 April 2025 11:53 WIB
Menteri Luar Negeri Sugiono. (Foto: BPMI Setpres/Chandra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia menegaskan sikapnya menolak relokasi paksa warga Palestina dari Gaza di tengah konflik yang masih terus berlangsung. Presiden Prabowo Subianto kini tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke beberapa negara di Timur Tengah, termasuk Turki, Mesir, Yordania, Qatar, dan Persatuan Emirat Arab, untuk berkonsultasi langsung dengan para pemimpin kawasan terkait situasi geopolitik dan krisis kemanusiaan di Palestina.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan bahwa lawatan Presiden Prabowo tidak sekadar kunjungan bilateral, melainkan merupakan upaya aktif Indonesia untuk merumuskan langkah strategis bersama negara-negara mitra dalam menyikapi tragedi kemanusiaan yang semakin dalam di Gaza.

“Beliau melawat melakukan kunjungan kenegaraan ke beberapa negara di kawasan ini, kawasan Timur Tengah dan Turkiye, dalam rangka untuk berkonsultasi mengenai situasi geopolitik dan juga isu-isu lain,” ujar Sugiono, Kamis (10/4).

Baca juga : Pakar Yakin Prabowo Mampu Tangani Kenaikan Tarif Impor AS dengan Bijak

Dalam proses konsultasi tersebut, Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk selalu berdiri bersama rakyat Palestina. Sugiono menegaskan bahwa segala bentuk relokasi paksa terhadap warga Gaza tidak akan mendapat restu dari Indonesia.

“Dari awal juga kami sudah menyampaikan dari Kementerian Luar Negeri bahwa Indonesia tidak setuju dengan upaya relokasi paksa warga Gaza under any pretext, dalam bentuk apapun,” ujarnya menegaskan.

Adsense

Sebagai bagian dari kontribusi kemanusiaan, pemerintah Indonesia membuka opsi mengevakuasi sementara korban luka, anak-anak yatim, hingga pelajar Palestina ke Indonesia, selama permintaan itu datang dari pihak yang sah dan disetujui oleh seluruh pemangku kepentingan.

Baca juga : RI Ditekan Tarif AS, Prabowo Umumkan Sikap Resmi Pemerintah Besok

“Jika diminta, jika dibutuhkan, Indonesia siap untuk melakukan upaya-upaya dalam rangka mencapai perdamaian itu tadi, dan dalam rangka kesiapan itu juga dan kesinambungan bantuan kemanusiaan dari Indonesia, kita siap jika ada warga Gaza yang perlu dievakuasi,” kata Menlu Sugiono.

Namun, Sugiono menekankan, langkah ini bukanlah bentuk relokasi permanen. “Kita ingin menyampaikan rasa kepedulian dan kemanusiaan. Kita siap jika dibutuhkan untuk menampung korban-korban luka, anak yatim, kemudian anak-anak, pelajar-pelajar untuk dirawat di Indonesia dan pada saatnya mereka juga harus kembali ke Gaza,” jelasnya.

Konsultasi Prabowo dengan para pemimpin Timur Tengah masih terus berlangsung dan akan menjadi pijakan utama sebelum Indonesia mengambil langkah lebih lanjut.

Baca juga : Baznas Banyak Bantu Palestina, Prabowo: Diapresiasi Dunia Internasional

“Beliau masih berkonsultasi dengan pemimpin-pemimpin di kawasan ini. Hasil konsultasi itulah nanti jadi pertimbangan untuk keputusan terakhirnya seperti apa. Semuanya harus sepakat, semuanya setuju. Kalau ada yang tidak setuju berarti no deal,” tandas Sugiono.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense