BREAKING NEWS
 

Di Ruang Sahabat

Mahfud MD-Dahlan Iskan Ungkap Cerita Di Balik Konvensi Capres Demokrat 2014

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Senin, 14 April 2025 11:11 WIB
Mahfud MD bersama Dahlan Iskan dalam Ruang Sahabat di kanal YouTube Mahfud MD Official dilihat Senin (14/4/2025). Foto: YouTube Mahfud MD Official

RM.id  Rakyat Merdeka - Pakar hukum tata negara Mahfud MD, mengungkap cerita di balik layar saat Partai Demokrat menggelar Konvensi Capres 2014. Kala itu, Demokrat yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan partai penguasa pemenang Pemilu Presiden (Pilpres) untuk dua periode, 2004 dan 2009.

Dari sekian banyak nama besar yang masuk bursa Capres saar itu, Mahfud MD dan Dahlan Iskan paling populer.

Dalam konvensi yang digelar pertengahan 2013 itu, jika mereka ikut, maka keduanya harus bersaing, sekaligus dengan nama-nama populer lain yang nantinya akan dicalonkan Partai Demokrat pada Pilpres 2014.

"Ketika ada konvensi Partai Demokrat 2014, di situ Partai Demokrat mengundang orang-orang top yang masuk di survei. Ada saya, Pak Dahlan, Anies Baswedan, Dino Patti Djalal, Gita Wirjawan," kata Mahfud bersama Dahlan Iskan dalam Ruang Sahabat di kanal YouTube Mahfud MD Official dilihat Senin (14/4/2025).

Baca juga : Di Depan Mahasiswa UI, Mahfud Tebar Keyakinan Indonesia Emas 2045

Ketika itu, Mahfud dan Dahlan memang sudah lama bersahabat. Mahfud sering berkunjung ke rumah Dahlan. Dahlan juga kerap berkunjung ke kantor Mahfud.

Ternyata, persahabatan mereka membuat Mahfud mendukung Dahlan dan menolak tawaran untuk ikut Konvensi Capres Partai Demokrat.

"Saya bersepakat dengan Pak Dahlan, saya tidak ikut. Ini kalau saya sama Pak Dahlan ikut nanti pendukung pecah, terbagi, saya kontak Pak Dahlan, Pak Dahlan saja yang ikut saya tidak ikut, itu saya diundang resmi, hadir resmi tapi saya tidak ikut, saya bilang ke Maftuh Basyuni, dan Pak Dahlan menang," ujar Mahfud.

Adsense

Cerita Mahfud dikonfirmasi langsung oleh Dahlan. Diakui, Mahfud memutuskan tidak ikut konvensi karena khawatir membagi pendukung, dan memintanya tetap mengikuti konvensi. Bahkan, Dahlan mengaku sangat menyesal pesan singkat Mahfud itu terhapus dari ponselnya.

Baca juga : Mahfud MD: Kebijakan Pemerintah Harus Dikritisi Objektif

"Saya betul-betul, waktu itu WA beliau, jawaban beliau itu mestinya saya simpan, tapi suatu saat HP saya itu rusak, jadi saya ingin jawaban WA beliau itu kenang-kenangan saya seumur hidup, kira-kira beliau itu bilang begini, Pak Dahlan saya memutuskan tidak ikut konvensi Partai Demokrat, Pak Dahlan harus ikut," kata Dahlan.

Mahfud, lanjut Dahlan, menyampaikan harapan agar dirinya keluar sebagai pemenang konvensi dan akhirnya dicalonkan Partai Demokrat di Pilpres 2014. Sedangkan, Mahfud sendiri mengaku akan memenangkan tempat sebagai Capres dari partai lainnya, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Pada akhirnya, Dahlan memenangkan Konvensi Capres Partai Demokrat mengungguli nama-nama besar lain. Disusul Pramono Edhie Wibowo, Marzuki Alie, Gita Wirjawan, Anies Baswedan, Ali Masykur Musa, Hayono Isman, Irman Gusman, Sinyo Harry S, Endiartono Sutarto, dan Dino Patti Djalal di posisi terakhir.

"PKB waktu itu,semua orang mengatakan sudah hampir pasti Pak Mahfud, dan sinyal-sinyal sudah sangat kuat. Sehingga kalau dua-dua masuk konvensi, nanti salah satu gugur malah tidak baik, lebih baik nanti ketemu di final. Saya menangkan konvensi Partai Demokrat, Pak Mahfud menangkan pencalonan PKB, kita ketemu di final, siapapun yang menang tidak ada masalah," ujar Dahlan.

Baca juga : Kader Dilarang Salahgunakan Kekuasaan, Muzani: Gerindra Bukan Taksi Carteran

Saat itu, Mahfud turut menyampaikan kritiknya terhadap panitia Konvensi Capres Partai Demokrat 2014 tentang ketidakjelasan nasib pemenang konvensi kalau partainya tidak berhasil memenangkan Pemilu.

Sebab, untuk bisa mengusung Capres sendiri tanpa koalisi, ada Presidential Threshold yang harus dicapai.

"Ini apa jaminannya bagi yang menang? Kalau misalnya Pak Dahlan menang atau Anies Baswedan menang, apakah tetap dicalonkan sebagai presiden atau wakil presiden, kan Anda harus koalisi, itu tidak diatur katanya, nanti saja, kalau begitu kurang fair. Waktu itu sama Taufiqurrahman Ruki, masih ada tuh, yang sudah wafat Soegeng Sarjadi dan Maftuh Basyuni, yang menemui saya di kantor itu," kata Mahfud.

Apa yang dikhawatirkan Mahfud ternyata terjadi. Walau sudah resmi diumumkan sebagai pemenang konvensi Capres, Dahlan Iskan tidak jadi diusung karena Demokrat gagal memperoleh cukup suara untuk mengusung capres sendiri. Mendengar itu, sambil bercanda Dahlan berterima kasih kepada Mahfud.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense