BREAKING NEWS
 

Ketua ReJO: Ijazah Jokowi Sah, Stop Fitnah

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 16 April 2025 20:30 WIB
Taufan Rahmadi. (Foto: dok pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Pimpinan Nasional Relawan Jokowi (ReJO) untuk Prabowo-Gibran, Taufan Rahmadi, mengecam keras tuduhan ijazah palsu yang kembali diarahkan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, tuduhan tersebut bukan sekadar serangan pribadi, melainkan penghinaan terhadap martabat seorang pemimpin yang telah membaktikan hidupnya untuk bangsa.

“Di tengah badai fitnah, Presiden Jokowi menunjukkan sikap kenegarawanan yang langka—tenang, sabar, dan mengedepankan adab. Alih-alih membalas dengan emosi, beliau memilih jalur klarifikasi dan menghormati mekanisme hukum,” ujar Taufan dalam pernyataannya, Rabu (16/4/2025).

Sebagai Ketua ReJO yang kini mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Taufan menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat fitnah terus menerpa Presiden Jokowi. “Ini bukan hanya soal ijazah, ini soal kehormatan seorang mantan Presiden, pemimpin rakyat yang telah bekerja nyata untuk negeri,” tambahnya.

Baca juga : Jokowi Perlihatkan Ijazah Asli SD-S1 Ke Wartawan, Siap Gugat Penyebar Fitnah

Taufan menyoroti tindakan sekelompok orang yang mendatangi Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mencari bukti atas keaslian ijazah Jokowi. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai “kesesatan berpikir” yang mengabaikan fakta hukum, administratif, dan akademik yang sah.

“Ijazah Pak Jokowi sudah diverifikasi oleh KPU dalam berbagai pemilu, dan UGM pun secara resmi menyatakan bahwa beliau adalah alumni sah Fakultas Kehutanan. Jadi, motif di balik manuver ini jelas: hanya ingin cari panggung,” tegas Taufan.

Adsense

Dalam pernyataannya, Taufan juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam berpendapat, mengutip pepatah Jawa: “Ajining dhiri saka lathi, ajining raga saka busana.” Menurutnya, mereka yang menyebar fitnah sejatinya sedang mencoreng kehormatan dirinya sendiri.

Baca juga : ReJO: Tudingan PDIP Terhadap Jokowi Tidak Berdasar

“Pak Jokowi tidak hanya menunjukkan ijazahnya, tapi juga menolak menjadikan media sebagai arena debat tak produktif. Ini sikap pemimpin sejati. Tapi kami, sebagai relawan, menuntut penegakan hukum terhadap pelaku kampanye hitam yang menjurus pada pembunuhan karakter,” ujarnya.

Taufan menyebut bahwa bangsa Indonesia tengah memasuki fase penting menuju Indonesia Emas 2045. Ia meyakini, fondasi yang telah diletakkan Presiden Jokowi harus dijaga dan dilanjutkan oleh pasangan terpilih Prabowo-Gibran.

“Relawan Jokowi telah bulat mendukung Prabowo-Gibran. Tapi jika masih ada pihak yang merusak proses ini lewat narasi fitnah, maka itu adalah sabotase terhadap masa depan bangsa,” ungkapnya.

Baca juga : Ketemuan Sama Jokowi Di Keraton Yogya, Sri Sultan: Nggak Ngomongin Politik

Menutup pernyataannya, Taufan mengutip Bung Karno, bahwa perjuangan saat ini lebih sulit karena harus melawan sesama anak bangsa. Ia mengingatkan bahwa musuh terbesar Indonesia hari ini bukan penjajah bersenjata, melainkan hoaks dan kebencian yang diproduksi secara sengaja.

“Sudah saatnya kita fokus membangun, bukan menghancurkan. Percayakan masa depan kepada pemimpin sah hasil demokrasi, Prabowo-Gibran. Dan kami di ReJO akan terus menjaga kehormatan para tokoh bangsa, termasuk Presiden Jokowi,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense