BREAKING NEWS
 

Diskusi Fdikom UIN Jakarta: Tantangan Integrasi Komunkasi & Penyiaran Islam

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Selasa, 29 April 2025 05:34 WIB
Jajaran dosen Fdikom UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dalam diskusi Komunikasi dan Penyiaran Islam (SIKOPI) di UIN Jakarta, Kamis (25/4). (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam harus bertransformasi menjadi disiplin ilmu yang terintegrasi dan responsif terhadap perubahan zaman.

Integrasi keilmuan menjadi kunci untuk menjaga relevansi, identitas, dan kontribusi Kominikasi Penyiaran Islam (KPI) di tengah dinamika komunikasi global.

"Harus ada pembaruan kurikulum, penguatan SDM, dan pengembangan teori khas Komunikasi dan Penyiaran Islam," demikian menurut Pakar Komunikasi Islam, Dr. Fita Fathurokhmah dalam diskusi yang digelar Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada Kamis (25/4).

Diskusi Komunikasi dan Penyiaran Islam (SIKOPI) bertema “Integrasi Keilmuan KPI” ini dihadiri Dekan Fidkom UIN Jakarta, Dr. Gun Gun Heryanto, Kaprodi Dr. Yopi Kusmiati, jajaran Wadek Fdikom dan para dosen.

Baca juga : Samsung Insight Ungkap Kebiasaan Generasi Muda di Asia Tenggara

Menurut Fita, masih terdapat permasalah yang harus diselesaikan dalam pengintegrasian ilmu ini. Di antaranya, tentang dikotomi ilmu umum atau agama dengan masih adanya pemisahan antara ilmu keislaman dan ilmu komunikasi modern.

Selain itu, kurangnya teori komunikasi berbasis Islam, banyak teori yang digunakan masih berbasis barat, yang biasa merujuk kepada McLuhan, Lasswell, Shannon&Weaver, tanpa ada pengembangan teori komunikasi Islami yang mapan dan aplikatif. Masih terdapat krisis identitas keilmuan sehingga belum ada rumusan epistemologi yang jelas KPI.

Adsense

Persoalan lain, adalah inimnya riset dan pengembangan keilmuan KPI. Penelitian mahasiswa dan dosen KPI masih didominasi tema deskriptif dan kurang eksploratif, serta minim yang mengembangkan konsep keilmuan KPI secara metodologis.

"Sementara tantangan teknologi dan dunia industri serta perkembangan media digital sangat cepat, namun kurikulum KPI sering belum siap mengimbangi," terang Fita yang juga Wakil Dekan Fdikom UIN Jakarta ini.

Baca juga : Ini Tips Nawakara Jaga Keamanan Terintegrasi Dukung Bisnis Berkelanjutan

 

Pakar Komunikasi Islam, Dr. Fita Fathurokhmah.

Narasumber lain, Dr. Edi Amin, menjelaskan perkembangan keilmuan komunikasi Islam memang ditentukan oleh penelitian-penelitian yang berbasis pada nilai Islam.

Namun, tantangan utama yang dihadapi komunikasi Islam adalah dominasi keilmuan komunikasi umum yang sudah mapan. Oleh karena itu, komunikasi Islam hendaklah diintegrasikan dengan keilmuan komunikasi umum.

Menutup rangkaian diskusi, Dr. Gun Gun Heryanto, berharap materi yang disampaikan dalam diskusi dapat berkembang menjadi naskah akademik yang lengkap.

Baca juga : Meikarta Jadi Sorotan, Menteri Ara Geram & Telepon James Langsung

“Naskah ini nantinya diharapkan dapat menjadi bahan simposium KPI se-Indonesia tahun depan. Sehingga bisa memperbaiki, mengubah, mengusulkan, dan memvalidasi KPI itu sebagai komunikasi Islam dalam bidang komunikasi. Dengan demikian, lulusan KPI  bisa diusulkan menjadi sarjana komunikasi yang terintegrasi, sekaligus memperkuat UIN Jakarta sebagai inisiator peneguh bagi KPI lain di seluruh Indonesia.” tutupnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense