Dark/Light Mode

Junta Militer Myanmar Minta Bantuan Internasional Untuk Korban Gempa

Jumat, 28 Maret 2025 20:31 WIB
Orang-orang keluar dari gedung di Yangon, Myanmar, begitu gempa melanda, Jumat (28/3/2025). (Foto Xinhua/VNA)
Orang-orang keluar dari gedung di Yangon, Myanmar, begitu gempa melanda, Jumat (28/3/2025). (Foto Xinhua/VNA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Junta militer Myanmar meminta bantuan masyarakat internasional usai wilayahnya dilanda gempa berkekuatan magnitudo 7,7, Jumat (28/3/2025). Ini adalah permintaan langka dari pemerintahan militer Myanmar. Mereka biasanya menutup diri dari sorotan global. 

Kepala junta militer Min Aung Hlaing tiba di sebuah rumah sakit di Naypyidaw untuk menemui warga dan melihat langsung dampak dari bencana gempa bumi.

Baca juga : Gempa 7,7 SR Guncang Myanmar, Getaran Terasa Hingga Thailand Dan China

"Kami ingin masyarakat internasional memberikan bantuan kemanusiaan sesegera mungkin," ujar juru bicara junta militer Zaw Min Tun yang ikut mendampingin Min Aung Hlaing ke rumah sakit tersebut, dilansir Agence France-Presse (AFP). 

Sejauh ini, Uni Eropa dan Singapura menyatakan kesiapannya mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Myanmar.

Baca juga : PGE Raih Penghargaan Internasional untuk Inovasi Pupuk Panas Bumi Katrili

Jumlah korban belum diketahui. Pemerintah Myanmar menetapkan keadaan darurat diberlakukan di enam daerah yang paling parah terkena dampak gempa. Wilayah tersebut antara lain; Sagaing, Mandalay, Magway, Negara Bagian Shan di timur laut, Naypyidaw, dan Bago. 

Zaw Min Tun mengatakan donor darah diperlukan bagi pasien di Mandalay, Naypyidaw, dan Sagaing.
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.