RM.id Rakyat Merdeka - Peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei kemarin berlangsung relatif aman dan damai di Indonesia.
Ini menjadi kejutan positif, mengingat perayaan serupa di berbagai negara seperti Prancis dan Turki diwarnai kerusuhan.
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang sering disertai demonstrasi besar-besaran di sejumlah kota, peringatan Hari Buruh kali ini yang dipusatkan di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, justru berlangsung meriah.
Para buruh merayakan hari penting mereka dalam suasana penuh kegembiraan.
Baca juga : May Day, Kartini AMPI Serukan Perlindungan Hak Pekerja Perempuan
Presiden Prabowo Subianto turut hadir dalam perayaan tersebut, menyampaikan pidato yang menenangkan dan membawa sejumlah komitmen penting.
Di hadapan para pemimpin buruh seperti Jumhur Hidayat dan Said Iqbal, Presiden mengumumkan rencana pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional, pembentukan Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK), pencabutan sistem alih daya (outsourcing), serta usulan pengangkatan Marsinah sebagai pahlawan nasional.
Kehadiran Prabowo ini tercatat sebagai momen langka, karena dalam sejarah peringatan Hari Buruh di Indonesia, hanya Presiden Soekarno dan Presiden Prabowo yang secara langsung hadir dalam acara tersebut.
Menanggapi suasana damai perayaan tersebut, pengamat politik sekaligus CEO Point Indonesia Karel Susetyo, menyebut bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran penting politisi Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
Baca juga : Bappenas Luncurkan Peta Jalan Pengembangan Tenaga Kerja Hijau
"Perayaan Hari Buruh yang aman dan damai ini merupakan buah dari kerja keras Sufmi Dasco Ahmad, yang berhasil mengkonsolidasikan narasi damai bersama pimpinan serikat buruh jauh sebelum hari H," ujar Karel dalam pesan singkat kepada RM.id Jumat (2/5/2025).
Dasco, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), bahkan mengundang para pimpinan buruh untuk bersilaturahmi di kompleks DPR sehari sebelum peringatan May Day.
Langkah ini dinilai sebagai upaya membangun jembatan komunikasi antara parlemen dan gerakan buruh, yang selama ini kerap dianggap berjarak.
Karel juga menyoroti komitmen Dasco untuk mendorong pembahasan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) di DPR, yang dijadwalkan segera dibahas dalam waktu dekat.
Baca juga : May Day 2025, BPJS Ketenagakerjaan DKI Serahkan 3.455 Paket Sembako
"Upaya Dasco mencerminkan sosok politisi 360 derajat yang mampu berkomunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan lintas partai, ideologi, dan kepentingan. Ini adalah modal penting bagi keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo," tambahnya.
Lebih jauh, Karel menilai Dasco sebagai salah satu tokoh politik paling berpengaruh saat ini di lingkar kekuasaan.
Ia berperan sebagai penyeimbang antara Presiden Prabowo dan tokoh-tokoh politik nasional lain seperti Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri.
"Dasco mampu menjembatani komunikasi politik antara Prabowo, Jokowi, Megawati, dan kekuatan politik lainnya. Ia adalah figur kunci yang memastikan stabilitas dan kelancaran pemerintahan ke depan," tutup Karel.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.