BREAKING NEWS
 

Eksklusif Dengan Basuki Hadimuljono

Presiden Serius Bangun IKN, Perhatian Sampai Hal Detail

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : RATNA SUSILOWATI
Senin, 5 Mei 2025 08:10 WIB
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono saat diwawancara Tim Rakyat Merdeka di kantor OIKN, Jakarta, Selasa (29/04/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM.ID)

 Sebelumnya 
Pak Jokowi pernah mengi­nap di Istana di IKN. Apakah kondisi saat ini juga memung­kinkan jika Presiden Prabowo menginap di sana?

Secara fasilitas sangat me­mungkinkan. Di Istana Negara sudah bisa untuk menginap. AC-nya juga sudah dingin. Di hotel juga bisa. Beberapa hotel dibangun di IKN, termasuk oleh Swiss-Bel. Saat ini baru ada dua hotel, yaitu Swissotel dan Qubika. Kami dorong pembangunan hotel lainnya karena ke depan akan banyak kunjungan.

Apakah rapat antara OIKN dan Presiden rutin dilakukan? Bagaimana respon beliau mendengar progres pemban­gunan IKN?

Respon Presiden sangat posi­tif. Beliau benar-benar ingin agar pada tahun 2028, IKN siap jadi ibu kota politik. Juga men­jadi kota pendidikan. Apalagi IKN kini masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Jadi komit­mennya sangat kuat.

Baca juga : Bisa Salurkan KUR, Koperasi Merah Putih Disokong Bank BUMN

Pak Jokowi dikenal memper­hatikan hal-hal detail, terma­suk dalam membangun IKN. Bagaimana dengan Presiden Prabowo?

Presiden Prabowo juga sa­ma. Beliau detail. Untuk desain ruang sidang paripurna misalnya, Pak Prabowo sendiri yang turun tangan. Begitu kami lapor, beliau langsung meni­lai, “Ah, ini kurang grande.” Lalu beliau minta tim PU mempelajari desain interior dari India dan Mesir sebagai benchmark, supaya tampilan­nya lebih megah, termasuk pilihan warnanya.

Bagaimana perbedaan an­tara Pak Jokowi dan Pak Prabowo dalam hal menyikapi pembangunan IKN?

Menurut saya hampir sama. Pak Jokowi dulu mempriori­taskan infrastruktur dan IKN. Sekarang, dengan Pak Prabowo, meskipun perhatian utama beliau adalah swasembada pangan, tapi IKN tetap menjadi bagian penting dalam prioritas pembangunan nasional. Jadi saya melihat kesinambungan itu tetap ada.

Baca juga : Siswa, Guru, Orangtua Dan UMKM Happy

Bagaimana menyikapi pro dan kontra terhadap IKN, Pak?

Saya tidak ingin menjawab po­lemik. Saya memilih fokus beker­ja. Dengan kami pindah ke sana, jadi bisa lebih detail mengawasi pekerjaan yang dilakukan, mem­bantu Kementerian PU dan PKP dalam pembangunan.

Bagaimana perkembangan pembangunan pusat riset di IKN, termasuk yang disiapkan oleh universitas-universitas?

Sudah berjalan. Salah satunya adalah pusat riset lingkungan dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Pembangunannya ter­masuk dalam paket kontrak pertengahan Mei ini. Selain itu, kami juga sudah membangun 32 embung untuk konservasi sumber daya air dan mengendalikan limpasan air agar tidak mence­mari kawasan. Ini juga akan berpengaruh pada micro climate IKN agar suhu lebih dingin.

Baca juga : Haykal: Pemilih Kesulitan Mengenali Kandidat

Banyak warga berkunjung ke IKN untuk wisata dan piknik, bagaimana menge­lolanya agar kebersihan dan keasrian IKN tetap terjaga?

Kami siapkan rest area. Sabtu atau Minggu, kendaraan pengunjung parkir di rest area, lalu diangkut bus commuter untuk keliling IKN. Jadi, kenda­raan pribadi tidak boleh masuk tanpa izin. Untuk umum, mohon maaf mobil pribadi tidak bisa masuk. Kita atur agar kawasan tetap rapi dan tidak rusak. Kami juga sampaikan pengumuman se­lang berapa waktu agar pengunjung menjaga kebersihan. Untuk transportasi ASN OIKN, dari rumah susun, mereka diantar dengan bus ke kantor, dan pu­langnya juga demikian. Jadi, ASN OIKN tidak boleh memba­wa mobil pribadi. Semua meng­gunakan transportasi umum.

Bagaimana pemberdayaan masyarakat setempat dan pengembangan UMKM di sana?

Sekarang ini, ada sekitar 600 UMKM yang dibina oleh Otorita IKN. Mayoritas adalah kuliner, dan kebanyakan berada di rest area. Selain itu, ada sekitar 50 UMKM membuka tenant di kan­tor-kantor Kemenko, termasuk di kantor OIKN. Jadi, di kantor OIKN, ada food and beverage, misalnya Warung Pojok dari Kadin Kalimantan Timur. Penjual pecel, roti-roti, dan sebagainya. Untuk UKM yang masuk sebagai tenant, dua tahun pertama kami gratiskan sewa. Mereka hanya membayar air dan listrik. Di rusun juga ada tenant seperti Alfamart, Indomaret, Bakso, Soto Banjar, bahkan Excelso.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense