Sebelumnya
Jadi, gedung-gedung perkantoran dan bisnis, sudah ada yang selesai ya?
Sudah. Bahkan interior kantor-kantor Bank Indonesia sudah diresmikan oleh Pak Gubernur BI. Kementerian Koordinator juga hampir selesai, mungkin 99 persen, furnitur sudah masuk. Kami pernah rapat di hall Kemenko III yang kapasitasnya 600 orang. Masing-masing Gedung Kemenko memiliki empat tower, dan totalnya ada 16 tower, sudah siap digunakan.
Mendengar paparan tersebut, apakah infrastruktur yang ada saat ini sudah cukup untuk menjalankan roda pemerintahan?
Untuk menjalankan roda pemerintahan eksekutif, secara umum sudah siap. Kita sudah punya 16 tower untuk kantor Kemenko yang siap digunakan, dan 47 tower hunian juga sudah siap. Dari jumlah itu, OIKN sudah menggunakan enam tower untuk sekitar 1.000 orang. Bulan ini, ASN BIN juga akan pindah, dan menggunakan dua tower. Jadi, masih ada banyak yang bisa digunakan.
Baca juga : Bisa Salurkan KUR, Koperasi Merah Putih Disokong Bank BUMN
Bisakah diceritakan, bagaimana skenario pemindahan ASN dilakukan?
Minggu lalu kami membahas hal ini bersama Komisi II DPR, KemenPAN-RB, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan OIKN. Saat ini, sekitar 600 ASN dari OIKN sudah pindah. Juni nanti bertambah 579 orang lagi. Lalu, dari BIN ada 200 orang. Wakil Kepala BIN, Pak Komjen Imam Sugianto menyampaikan, kantor modular BIN sudah habis masa sewanya, maka mereka akan pindah ke IKN dan menempati dua rusun sebagai kantor sementara sambil menunggu pembangunan kantor permanen.
Bagaimana dengan sarana pendidikan dan kesehatan di IKN?
Untuk fasilitas kesehatan, ada empat rumah sakit yang sedang dibangun. Rumah Sakit Hermina dan Mayapada bahkan sudah selesai dibangun dan sudah beroperasi. Rumah Sakit Kementerian Kesehatan juga sudah selesai dan tinggal menunggu peresmian. Sementara Rumah Sakit Abdi Waluyo masih dalam proses konstruksi.
Baca juga : Siswa, Guru, Orangtua Dan UMKM Happy
Bagaimana progres pembangunan bandara dan bendungan?
Bandara sudah selesai 100 persen. Sekarang statusnya bukan lagi bandara VIP, tapi bandara komersial umum untuk IKN. Panjang landasan pacunya sudah 3.000 meter, bisa didarati pesawat berbadan lebar (wide-body jet). Terminalnya juga sudah selesai. Tinggal kelengkapan prasarana pendaratan. Intinya, bandara sudah siap digunakan. Sementara, bendungan Sepaku sudah 100 persen. Sekarang kami sudah bisa menghasilkan 300 liter per detik, air siap minum (potable water). Setiap tiga bulan, saya minta agar kualitas air dicek dari titik-titik tertentu. Mulai dari reservoir, istana, kantor Kemenko, sampai ke rumah susun. Semuanya dicek oleh tim survei.
IKN mengembangkan pembangunan yang smart city. Bagaimana realisasi konsep ini?
Kita sudah menyiapkan beberapa fasilitas untuk mendukung smart city. Ada Command Center. Awalnya fasilitas ini berada di HPK (Hunian Pekerja Konstruksi), namun sekarang berangsur-angsur kami pindahkan ke kantor pusat OIKN. Sejumlah prasarana operasional smart city juga kami siapkan. Progresnya sejauh ini sangat baik.
Baca juga : Haykal: Pemilih Kesulitan Mengenali Kandidat
Apa bagian tersulit dalam membangun IKN dan bagaimana tantangan terberatnya?
Kalau bicara tantangan pembangunan, dari sisi fisik, salah satu kendalanya adalah cuaca. Di sana curah hujan sangat tinggi. Hampir setiap hari hujan. Jadi, kami harus pintar-pintar mencari window time agar pekerjaan tetap berjalan. Beberapa waktu lalu, pembangunan IKN sempat melambat karena adanya perubahan lingkungan strategis dan suasana politik. Tapi sejak blokir (anggaran) dibuka, kami semua kembali berbenah. Kami juga melakukan rapat-rapat untuk menyemangati kembali pembangunan di Kawasan Khusus (KK).
Kapan Presiden Prabowo berkunjung ke IKN?
Saat kegiatan halalbihalal, Bapak Presiden menyampaikan rencana berkunjung ke IKN setelah Lebaran. Namun setelah Lebaran, rupanya beliau ada agenda kunjungan ke Timur Tengah. Sekarang kami sedang menunggu konfirmasi jadwal. Dalam kunjungan IKN nanti, Presiden mungkin akan meresmikan beberapa fasilitas yang sudah siap. Saat ini banyak bangunan sudah selesai, dan belum diresmikan. Misalnya, Istana Garuda, Gedung Kemenko dan lain-lain.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.