BREAKING NEWS
 

Uji Klinis Vaksin TB Besutan Bill Gates

BPOM Kasih Lampu Hijau

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : ROMDONY SETIAWAN
Jumat, 16 Mei 2025 07:25 WIB
Kepala BPOM Taruna Ikrar (kiri), bersama jajaran mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/5/25). (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Polemik uji klinis vaksin Tuberkulosis (TB) yang dikembangkan Pendiri Gates Foundation, Bill Gates, ramai diperbincangkan netizen di berbagai platform media sosial. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberi lampu hijau terhadap uji klinis tahap 3 vaksin TB M72 di Indonesia.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, pihaknya memberikan izin uji klinis tahap 3 vaksin TB M72 di Indonesia. Hal tersebut sangat bermanfaat untuk mengetahui tingkat efikasi vaksin.

Selain itu, lanjut Taruna, Indonesia juga akan memperoleh banyak keuntungan jika hasil uji tahap 3 dari vaksin TB M72 memiliki efikasi sangat baik. Salah satunya, bisa meningkatkan usaha preventif pemerintah dalam pencegahan TB dan mengobati pasien TB.

“Saat ini, TB masih diobati dengan isoniazid, rifampicin dan etambutol. Namun, gabungan ketiga obat ini mungkin karena pemakaiannya sudah sangat lama, membutuhkan waktu lama,” ujar Taruna dalam keterangannya, Kamis (15/5/2025).

Baca juga : Bulog Handal Serap & Olah Hasil Panen

Menurut Taruna, lamanya pemakaian ketiga obat itu diduga menyebabkan resistensi atau kemampuan patogen, seperti bakteri, virus, jamur atau parasit, menahan efek obat yang dirancang untuk membunuh atau menghentikan pertumbuhan mereka. Patogen berevolusi atau memodifikasi diri mereka, sehingga obat tidak lagi efektif.

“Kami belum bisa memastika itu resistensi. Tapi, kenyataannya seperti itu, susah sembuhnya,” cetusnya.

Taruna mengakui, saat ini Indonesia memiliki vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG). Namun, pihaknya menilai, vaksin tersebut masih kurang efektif. Sebab itu, vaksin TB M72 diharapkan bisa menjadi lompatan besar pencegahan TB di Tanah Air.

“Dengan penemuan teknologi baru ini, hasil baru ini, kami berharap membawa dampak besar bagi masyarakat Indonesia. Sebab, Indonesia merupakan negara dengan tingkat Tuberkulosis kedua di dunia,” tuturnya.

Baca juga : Pemerintah & Aparat Janji Sikat Pemalak!

Taruna menjelaskan, uji coba klinis M72 dilakukan bersama negara-negara lain. Hal tersebut akan dapat mengurangi impor bahan baku obat, serta membuat Indonesia mendapat bagian properti intelektual dan dapat melakukan produksi di Tanah Air.

“Saat ini, sebanyak 94 persen bahan baku obat diimpor. Dengan uji klinis, akses terhadap vaksin dapat diperluas dan nyawa penduduk yang berisiko terkena TB dapat diselamatkan,” harap dia.

Taruna mengungkapkan, sekitar dua ribu orang di Indonesia akan berpartisipasi dalam uji klinik tahap 3, dan secara global ada sekitar 20 ribu jiwa.

Dia memastikan, orang-orang yang berpartisipasi melakukan hal itu secara sukarela dan tidak dipungut biaya apapun.

Adsense

Baca juga : Pemprov DKI Disarankan Tiru Belanda Dan Inggris

“Nantinya, 2 ribu sampel itu akan dilakukan double-blind. Double-blind artinya, si penelitinya saja tidak tahu dia dikasih obat atau dikasih vehicle. Itu sangat saintifik,” tandasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense