Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Di saat negara lain mengalami krisis beras, alhamdulillah stok beras di negara kita justru melimpah. Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebutkan, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tembus 3,7 juta ton.
Mentan mengatakan, data tersebut berasal dari Perum Bulog per Selasa (13/5/2024). Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja keras semua pihak.
“Mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, hingga Bulog dan jajaran yang aktif menyerap hasil panen petani di lapangan,” kata Mentan di Jakarta, Rabu (14/5/2025).
Stok beras Indonesia yang mencapai 3,7 juta ton, merupakan tertinggi sejak Bulog berdiri pada 1969. Bahkan, Mentan memperkirakan stok beras bakal tembus 4 juta ton. Capaian ini merupakan rekor baru dalam ketahanan pangan nasional.
Baca juga : Jokowi: Masih Dalam Kalkulasi
“Ini bukan hanya angka, tapi bukti konkret keberpihakan negara pada petani dan sistem pangan yang mulai kuat dari hulu hingga hilir,” ujarnya pula.
Menurut Mentan, pencapaian stok 3,7 juta ton sangat membanggakan di tengah tantangan krisis pangan global dan peningkatan jumlah penduduk. Bahkan, capaian ini diraih dalam waktu kurang dari lima bulan, lebih cepat dari tahun sebelumnya.
Menurutnya, capaian itu hasil kebijakan afirmatif Pemerintah, termasuk program tambahan pupuk subsidi, penguatan alsintan, percepatan tanam, digitalisasi pertanian, dan menaikkan harga gabah dari Rp 5.500 per kilogram (kg) menjadi Rp 6.500 per kg.
Mengacu pada data historis, rekor cadangan beras sebelumnya terjadi pada September 1985 dengan jumlah beras 3 juta ton. Sementara, kini jumlah stok beras sudah mencapai 3,7 juta ton. Naik 700 ribu ton.
Baca juga : Rekor Nih, Pemilihan Bupati Barito Utara Sampai 3 Kali
Mentan pun menegaskan, ketersediaan stok beras yang tinggi ini menjadi alat kendali strategis negara untuk menjaga stabilitas harga di pasar dan memperkuat posisi Indonesia menghadapi tekanan pangan global.
“Stok ini akan kita gunakan untuk memperkuat cadangan strategis nasional, bantuan pangan, serta potensi ekspor jika diperlukan,” tegasnya.
Untuk menampung cadangan beras tersebut, Mentan mengungkapkan, Pemerintah menyiapkan gudang darurat dan menambah 25.000 gudang prioritas di seluruh Indonesia.
Dia optimistis, tren positif berlanjut seiring puncak panen dan percepatan tanam musim kedua, dengan langkah stabilisasi pangan diperkuat melalui sinergi lintas lembaga dalam penyerapan, distribusi, dan pengendalian harga.
Baca juga : Wamenkes: Masih Wacana, Butuh Kajian Mendalam
Mentan menyebut keberhasilan ini buah kebijakan tepat Presiden Prabowo Subianto. Dengan sinergi dan keberpihakan pada petani, Indonesia tak hanya menuju swasembada, tapi juga calon eksportir beras global.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya