RM.id Rakyat Merdeka - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri memastikan keaslian dan keabsahan ijazah S1 Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Kepastian ini diperoleh setelah penyidik meminta keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan uji forensik.
“Kami telah memeriksa 39 orang saksi, termasuk pihak UGM, alumni, dosen, pihak SMA, serta satu orang teradu, yaitu Joko Widodo. Dari seuruh hasil pemeriksaan dan uji laboratorium forensik, dapat kami simpulkan bahwa dokumen ijazah Joko Widodo adalah asli dan sah,” kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigadir Jenderal Polisi Djuhandani Rahardjo Puro dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/5/2025).
“Penyelidik mendapatkan fakta bahwa benar, Bapak Insinyur Joko Widodo melaksanakan perkuliahan di Fakultas Kehutanan UGM,” tambah Djuhandani.
Baca juga : Menata Kolegium, Mencegah Munculnya Negara Dalam Negara
Dalam pemaparannya, Bareskrim menampilkan sejumlah dokumen dan barang bukti yang memperkuat keaslian ijazah Jokowi. Salah satu bukti utama adalah foto ijazah asli Jokowi yang diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 5 November 1985 dengan nomor 1120 dan NIM 1681KT.
“Ijazah ini telah diuji secara laboratoris dan hasilnya identik dengan ijazah milik tiga rekannya satu angkatan, baik dari sisi bahan kertas, pengaman, teknik cetak, tinta, cap stempel, hingga tanda tangan,” tegas Djuhandani.
Bareskrim juga memaparkan foto-foto aktivitas akademik dan non-akademik Jokowi semasa kuliah, termasuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Boyolali tahun 1983, serta foto wisuda sarjana tahun 1985 yang mencantumkan nama Joko Widodo dengan NIM 80-34416-KT-1681. Selain itu, ditampilkan juga dokumentasi kuliah lapangan di Banjarejo (1980), Baturaden, dan Cilacap II (1982).
Baca juga : Gibran: Pemuda Jangan Lelah Bersatu, Berkarya, Bergembira
Penyelidik turut menampilkan hasil temuan dari media cetak berupa nama Jokowi yang tercantum dalam koran Kedaulatan Rakyat sebagai salah satu dari 3.169 peserta yang lulus ujian masuk Proyek Perintis I UGM.
Dari pihak Fakultas Kehutanan UGM, Bareskrim memperoleh berbagai dokumen asli seperti formulir registrasi mahasiswa, kartu hasil studi (KHS), surat pernyataan, bukti pembayaran SPP, surat izin herregistrasi, hingga berita acara ujian sarjana dan surat bebas pinjaman buku untuk wisuda.
Selanjutnya, turut dipamerkan fotokopi bundel arsip atas nama Jokowi yang terdiri dari 34 dokumen, termasuk dokumen pembanding dari alumni seangkatan, serta skripsi Jokowi yang berjudul Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta. Skripsi ini diketik menggunakan mesin tik tipe pica, yang umum digunakan pada era 1980-an.
Baca juga : Wali Kota Supian Suri Didukung Koalisi Perubahan Depok Maju
Untuk mendukung keotentikan dokumen, Bareskrim turut menelusuri jejak pendidikan Jokowi di tingkat menengah atas dengan mengamankan tujuh dokumen dari SMAN 6 Surakarta, termasuk STTB dan kartu induk murid tahun 1977, serta sejumlah SK dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Tak hanya itu, Bareskrim juga menyertakan dua bundel dokumen dari KPU DKI Jakarta terkait pencalonan Jokowi sebagai Gubernur pada 2012 dan Presiden pada 2019.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.