RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia dan Prancis resmi memperkuat kerja sama di bidang kehutanan dengan penandatanganan Declaration of Intent atau Deklarasi Pernyataan Niat untuk Pengelolaan Hutan secara Lestari.
Dokumen penting ini ditandatangani oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dan Menteri untuk Francophonie dan Kemitraan Internasional, Thani Mohamed Solihi, yang mewakili Menteri Transisi Ekologi, Keanekaragaman Hayati, Kehutanan, Kelautan, dan Perikanan Republik Prancis.
Penandatanganan dilaksanakan di Istana Merdeka, Rabu (28/5/2025), dan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto serta Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam kunjungan kenegaraan Macron ke Indonesia.
Baca juga : RI-Prancis Teken Kerja Sama Penguatan Ekonomi Kreatif
Deklarasi ini menjadi tonggak baru bagi diplomasi hijau kedua negara, sekaligus penanda dimulainya kembali pengembangan kemitraan kehutanan yang sempat terhenti.
Sebagai tindak lanjut dari deklarasi bersama antara Prabowo dan Macron sebelumnya, dokumen ini masuk dalam kerangka pengembangan kemitraan strategis bilateral hingga tahun 2050.
Isi deklarasi memuat komitmen bersama dalam pengelolaan hutan secara berkelanjutan, rehabilitasi hutan, perlindungan dan konservasi keanekaragaman hayati, serta pengelolaan sumber daya alam secara lestari.
Baca juga : HUT ke-77, IPSI Gelar Apel Nasional Dihadiri Presiden Prabowo & Ribuan Pendekar
Termasuk di dalamnya pengembangan taman nasional, program sister park, perhutanan sosial, dan promosi perdagangan kayu legal.
Kerja sama akan dijalankan melalui berbagai bentuk, mulai dari pertukaran informasi, pelaksanaan proyek bersama, kolaborasi antar badan usaha dan lembaga, hingga dialog kebijakan secara berkelanjutan.
Deklarasi ini juga diharapkan mendorong konservasi hutan dan restorasi ekosistem, sebagai bagian dari target ambisius kedua negara untuk menghentikan deforestasi dan degradasi hutan paling lambat tahun 2030.
Baca juga : Rayakan HUT Ke-52, HNSI Dukung Swasembada Pangan Presiden Prabowo
Raja Juli Antoni menyatakan bahwa deklarasi ini bukan hanya dokumen simbolik, tetapi akan diterjemahkan dalam bentuk perjanjian kerja sama teknis yang konkret dan melibatkan pemangku kepentingan dari pemerintah, akademisi, sektor swasta, hingga masyarakat sipil.
Dengan penandatanganan ini, Indonesia dan Prancis mempertegas posisi sektor kehutanan sebagai pilar penting dalam pembangunan berkelanjutan dan pencapaian target lingkungan hidup global, sembari membuka peluang baru untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal yang hidup di sekitar kawasan hutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.