BREAKING NEWS
 

Indonesia Poros Ekonomi Halal: Refleksi Peluncuran SGIE 2024/25 & 10 Tahun IHLC

Writer : Taufan Rahmadi
Editor : SAIFUL BAHRI
Selasa, 8 Juli 2025 21:30 WIB
Menteri Bappenas, Prof Rachmat Pambudy. (Foto : Bappenas)

"Ketika nilai menjadi kompas, dan keberlanjutan menjadi napas, ekonomi bukan sekadar angka, melainkan peradaban."

Selasa, 8 Juli 2025 adalah hari yang tak biasa. Di Jakarta, saya menghadiri peluncuran State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025 yang sekaligus menandai satu dekade lahirnya Indonesia Halal Lifestyle Center sebuah forum strategis yang kini menjelma menjadi tonggak penting dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah nasional.

Peluncuran ini bukan sekadar seremoni data tahunan, tetapi perayaan atas sebuah perjalanan panjang: perjalanan konsistensi, transformasi, dan tekad bangsa ini untuk tidak hanya hadir, tetapi juga memimpin dalam lanskap ekonomi halal global.

Dalam laporan terbaru ini, Indonesia menempati posisi ketiga dunia secara keseluruhan, hanya berada di bawah Malaysia dan Arab Saudi. Ini adalah capaian puncak yang diraih melalui proses bertahap selama hampir satu dekade.

Di tahun 2016, Indonesia hanya menempati posisi ke-10 secara keseluruhan dalam SGIE. Saat itu, ekonomi halal masih sebatas wacana potensial. Namun seiring waktu, berbagai kebijakan strategis, investasi dalam sektor halal, serta keterlibatan para tokoh visioner mulai mengubah arah.

Tahun 2018, kita mulai menembus peringkat sepuluh besar. Lalu pada tahun 2020, lonjakan signifikan terjadi, Indonesia naik ke peringkat keempat dunia. Peringkat ini terus dipertahankan pada 2022 dan 2023, hingga akhirnya pada 2024/2025, kita menapakkan kaki di tiga besar ekonomi halal dunia.

Baca juga : PLN Indonesia Power Borong Penghargaan di IBEA 2025

Yang lebih membanggakan lagi adalah posisi Indonesia sebagai nomor satu dunia dalam sektor modest fashion. Perjalanan ini tidak instan. Tahun 2018, kita baru menempati posisi kedua, kalah oleh Malaysia. Tahun 2022 dan 2023, posisi kita sempat stagnan di peringkat ketiga. Namun pada 2024/2025, berkat sinergi pelaku industri, kreativitas generasi muda, dan kekuatan narasi lokal, Indonesia resmi menjadi juara dunia di sektor ini. 

Tak kalah mengesankan, sektor kosmetik dan farmasi halal. Pada 2020, Indonesia masih berada di luar lima besar. Di tahun 2022 kita naik ke posisi ke-8, lalu meningkat ke peringkat ke-5 pada 2023. Kini, dalam laporan SGIE 2024/2025, Indonesia menempati posisi kedua dunia, menempel ketat Malaysia. Ini membuktikan bahwa etika bisa berpadu dengan estetika dan daya saing global.

Di sektor Muslim-friendly travel, Indonesia pun mencatat kenaikan konsisten. Dari posisi ke-6 pada 2020, ke posisi ke-4 di tahun 2022, dan kini berada di peringkat kedua dunia. Destinasi seperti Lombok, Aceh, Sumatera Barat, Yogyakarta, dan Banyuwangi telah tumbuh sebagai etalase wisata halal yang bukan hanya menjual pemandangan, tapi juga kenyamanan ibadah, makanan halal, dan pengalaman spiritual.

Sektor makanan halal juga menunjukkan konsistensi. Sejak 2020 Indonesia selalu berada dalam lima besar dunia. Tahun 2023 kita sempat berada di posisi kedua, dan kini di posisi keempat tetap menunjukkan stabilitas serta peluang ekspansi besar mengingat sumber daya dan kekuatan UMKM kita.

Sementara itu, keuangan syariah menunjukkan tren stabil. Sejak tahun 2020 hingga sekarang, Indonesia berada di posisi ke-6 hingga ke-7 dunia. Ini menunjukkan bahwa sistem keuangan kita masih memerlukan lompatan dalam literasi, inklusi, dan inovasi digital sebuah ruang peluang yang belum digarap maksimal.

Adsense

Lalu ada sektor media dan rekreasi halal yang baru mencuat dalam dua tahun terakhir. Indonesia pada 2022 belum masuk 10 besar, namun di tahun 2023 dan 2024 berhasil menyusul hingga menempati posisi ke-7 dunia. Ini pertanda bahwa dunia sedang mulai mendengar suara kita, mendengar cerita kita, dan menyerap nilai-nilai dari media dan konten islami yang kita hasilkan.

Baca juga : Dorong Ekonomi Hijau Rakyat, BPDP Luncurkan 100 Produk Sawit UKMK

Namun di atas segalanya, satu hal yang sangat monumental adalah capaian Indonesia sebagai negara dengan nilai investasi halal tertinggi di dunia. Dalam dua tahun terakhir, Indonesia tidak hanya menerima gelombang investasi besar di sektor makanan, kosmetik, fashion, dan teknologi halal, tetapi juga telah membuktikan bahwa ekosistem kita cukup solid untuk menopang kepercayaan investor global.

Capaian ini adalah hasil perjuangan panjang dan konsisten dari banyak tangan, baik yang terlihat maupun yang bekerja dalam diam. KH Ma’ruf Amin mantan Wakil Presiden ini adalah salah satu tokoh sentral yang sejak lama memperjuangkan agar ekonomi syariah masuk ke dalam agenda nasional. Beliau adalah ulama sekaligus negarawan, yang menenun visi besar tentang keadilan ekonomi dengan kebijakan negara yang nyata.

Prof. Dr. Sapta Nirwandar, melalui Indonesia Halal Lifestyle Center, menjadi pionir yang memperjuangkan pendekatan gaya hidup dalam menggerakkan ekonomi halal. Ia membumikan konsep-konsep besar ke dalam narasi yang dipahami oleh generasi muda dan pelaku industri.

Dan tentu saja, peran Bappenas tak boleh dilupakan. Sejak masa kepemimpinan Prof. Bambang Brodjonegoro hingga kini di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Rachmat Pambudy, Bappenas tidak hanya menjadi penjaga arah pembangunan nasional, tetapi juga inisiator langkah-langkah konkrit dalam pembangunan ekonomi syariah. Kolaborasi erat mereka dengan DinarStandard dan para stakeholder industri adalah contoh sukses dari policy-based ecosystem building.

Hari ini, Indonesia tidak lagi sekadar mengikuti tren dunia halal. Kita sedang menggambar ulang peta masa depan itu sendiri. Kita bukan hanya bagian dari cerita, kita adalah penulisnya.

Peluncuran laporan SGIE 2024/2025 telah membuktikan bahwa ketika visi disertai kerja keras, konsistensi, dan nilai-nilai luhur, maka perubahan bukan hanya mungkin. Ia menjadi keniscayaan.

Baca juga : KPI Dorong Ekonomi Sirkular di Cilacap, Reduksi 5 Ton Sampah per Tahun

Dan saya yakin,  masa depan halal dunia sedang ditulis dari sini. Dari Indonesia.





Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense