Indonesia tengah memasuki babak baru dalam sejarah pembangunan ekonominya. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya transformasi ekonomi yang tidak sekadar tumbuh, tetapi juga berdaulat, berdampak luas, dan berkelanjutan.
Dalam konteks ini, langkah Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara, Danantara, dalam melakukan reformasi menyeluruh atas kinerja BUMN, adalah bagian integral dari visi besar tersebut.
Transformasi yang digagas Danantara, sebagaimana dijelaskan oleh Managing Director Setyanto Hantoro, bukan sekadar restrukturisasi administratif, melainkan menyentuh inti dari filosofi bisnis negara.
Empat tahap utama transformasi: fundamental business review, restrukturisasi dan penyederhanaan, konsolidasi bisnis, hingga inovasi dan eksekusi, adalah kerangka yang mencerminkan kejelian dalam membaca tantangan global dan domestik sekaligus ketegasan dalam merumuskan solusi struktural.
Salah satu BUMN yang paling layak menjadi etalase dari transformasi ini adalah InJourney, Holding BUMN Pariwisata. Dalam lima tahun terakhir, InJourney memikul tanggung jawab besar: menjahit ulang berbagai entitas pariwisata milik negara, dari bandara hingga destinasi, dari hotel hingga event management, menjadi satu ekosistem yang kohesif.
Namun, tantangan InJourney tidak sederhana. Sebelum holding ini terbentuk, masing-masing entitas seperti Angkasa Pura, ITDC, TWC, dan HIN berjalan dengan logika bisnis sendiri-sendiri. Terkadang bersinggungan, bahkan berkompetisi satu sama lain, sehingga mengurangi efektivitas investasi negara. Transformasi ala Danantara sangat relevan untuk menjawab persoalan tersebut.
A. Tahap Pertama: Meninjau Ulang Pondasi Bisnis
Evaluasi atas ratusan aset yang dikelola InJourney, baik aset fisik maupun intangible seperti merek dan lisensi, adalah langkah awal yang krusial. Mana yang harus dilanjutkan, mana yang harus dikonsolidasikan, dan mana yang sebaiknya dilepas ke mitra strategis adalah pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan intuisi semata. Diperlukan instrumen kajian yang berbasis data, demand forecasting, dan tren global.
Baca juga : Jelang Super League, PSSI Terus Asah Kualitas Wasit Indonesia
B. Tahap Kedua: Restrukturisasi dan Penyederhanaan
Restrukturisasi tidak boleh hanya berhenti pada holdingisasi. Penyederhanaan rantai komando, pemangkasan tumpang tindih tugas antar anak usaha, serta reformasi budaya kerja lintas entitas harus menjadi prioritas. Tidak jarang, pemborosan terjadi bukan karena niat buruk, tetapi karena organisasi yang terlalu kompleks hingga kehilangan fokus strategis.
C. Tahap Ketiga: Konsolidasi untuk Daya Saing Global
Kita tidak bisa terus memelihara banyak unit kecil yang bersaing satu sama lain di pasar yang sama. Dunia sudah berlari menuju scale-based competition, dan pariwisata Indonesia membutuhkan entitas besar yang mampu bersaing secara regional bahkan global, baik dari sisi keuangan, teknologi, maupun layanan. Dalam konteks ini, InJourney bisa belajar dari konsolidasi model destination management company (DMC) di Eropa dan Timur Tengah.
D. Tahap Keempat: Inovasi dan Eksekusi yang Terukur
Pariwisata bukan hanya soal destinasi, tetapi juga soal cerita, teknologi, dan pengalaman. InJourney harus menjadi rumah bagi inovasi pariwisata, dari pengembangan smart destination, aktivasi event berbasis budaya, hingga monetisasi pengalaman berbasis digital. Eksekusi proyek-proyek unggulan seperti MotoGP Mandalika, revitalisasi Borobudur, dan pengembangan KEK pariwisata akan menjadi indikator utama keberhasilan fase ini.
E. Peluang dari UU Nomor 1 Tahun 2025
Momentum regulasi hadir lewat pengesahan UU Nomor 1 Tahun 2025, yang memberi Danantara kewenangan lebih luas dalam mengelola, menanamkan, dan mendayagunakan investasi BUMN.
Baca juga : Menperin Paparkan Strategi Baru Industrialisasi Nasional Di Universitas Hiroshima
Salah satu game changer dari undang-undang ini adalah memungkinkan reinvestasi dividen secara strategis dan disiplin. Ini menjadi peluang besar bagi InJourney untuk memperoleh suntikan modal jangka panjang, terutama dalam proyek yang membutuhkan waktu panen nilai cukup lama, seperti destinasi baru atau konektivitas antarpulau.
Lebih dari itu, UU ini memberi mandat moral dan hukum bagi Danantara untuk memecah sekat-sekat silo antar BUMN. Di sektor pariwisata, ini berarti menyatukan kekuatan BUMN transportasi, energi, telekomunikasi, hingga pertanian untuk mendukung pariwisata sebagai sektor penarik pertumbuhan ekonomi daerah dan pencipta lapangan kerja berkualitas.
F. Pariwisata sebagai Pilar Investasi Masa Depan
Dalam banyak ekonomi dunia, sektor pariwisata bukan hanya alat pemulihan ekonomi, tetapi juga instrumen transformasi sosial. Ia menyerap tenaga kerja besar, menciptakan rantai nilai UMKM, dan memperkuat citra nasional. Namun semua itu hanya bisa dicapai jika pengelolaannya efisien, berbasis data, dan dijalankan oleh talenta terbaik dengan mental eksekutor.
Dalam kerangka itu, Danantara punya posisi strategis sebagai value creator dan guardian of discipline. Danantara bukan hanya investor pasif, tapi mitra strategis yang mampu menciptakan nilai, mengurangi duplikasi, dan memperkuat tata kelola perusahaan negara.
G. Menutup dengan Harapan
Di tangan Presiden Prabowo Subianto yang memiliki visi ekonomi yang berani dan progresif, dan di bawah kepemimpinan tokoh-tokoh profesional seperti Rosan Roeslani, Dony Oskaria dan Pandu Sjahrir, Indonesia berpeluang besar melahirkan BUMN pariwisata kelas dunia, yang tidak hanya bangga pada asetnya, tetapi pada kemampuannya menciptakan nilai tambah untuk bangsa.
Transformasi tidak pernah mudah, tetapi ketika dijalankan dengan arah yang benar, keberanian mengambil keputusan, dan dukungan penuh kebijakan, maka hasilnya bukan hanya turnaround, tetapi breakthrough.
Baca juga : Kabar Baik, Perusahaan Global Investasi Di Indonesia
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.