Dark/Light Mode

Kabar Baik, Perusahaan Global Investasi Di Indonesia

Minggu, 13 Juli 2025 15:11 WIB
Ilustasi ekspor impor. (Foto : Kemenkeu)
Ilustasi ekspor impor. (Foto : Kemenkeu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kabar baik investasi Indonesia  yang memperkuat sentimen pasar atas arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto.

Lima pengumuman investasi besar dari perusahaan global menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan strategis di Asia Tenggara. Mulai dari industri aluminium, energi bersih, AI, cloud, hingga gas alam.

Menurut laporan Bloomberg (10/7), para pengusaha asal Tiongkok mempercepat ekspansi fasilitas pengolahan aluminium di Indonesia.

Proyek-proyek seperti milik Tsingshan Holding Group, China Hongqiao Group, dan Shandong Nanshan Aluminum, tengah mengalihkan investasi besar-besaran ke Indonesia. Ini dilakukan menyusul pembatasan produksi di dalam negeri Tiongkok. 

Baca juga : Gelandang Serang Brazil Ini Cepat Beradaptasi Di Persija

"Selama lima tahun ke depan, Indonesia akan menjadi titik fokus bagi industri aluminium global," ujar Alan Clark, Direktur Konsultan Logam CM Group dikutip dari Bloomberg, Minggu (13/7). "Menarik sekali membandingkan hal ini dengan apa yang terjadi pada sektor nikel global."

Selain itu, raksasa teknologi asal Amerika, Oracle, secara resmi mengumumkan pembangunan pusat layanan cloud pertama mereka di Indonesia.

Seperti diberitakan, kehadiran Oracle akan memperkuat infrastruktur digital nasional sekaligus mendukung transformasi digital sektor publik dan swasta di tanah air.

Perusahaan basis data asal AS itu berencana menyewa lahan pusat data di Nongsa Digital Park, Pulau Batam. Oracle akan menempati seluruh area milik DayOne, yang dirancang mampu mendukung fasilitas dengan kapasitas listrik minimal 120 megawatt.

Baca juga : AirAsia MOVE Ajak Traveler Jelajah Festival Perahu Dayung Lain Di Indonesia

Langkah strategis juga dilakukan oleh Indosat Ooredoo Hutchison yang menjalin kemitraan dengan Nvidia untuk mengembangkan infrastruktur AI di Indonesia.

RCR Wireless News (11/7) menyebut Nvidia bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI untuk membangun pusat teknologi kecerdasan buatan (AI) yang aman dan inklusif di Indonesia. Inisiatif ini diumumkan saat perhelatan Indonesia AI Day bersama CEO Indosat Vikram Sinha, CEO Cisco Chuck Robbins, dan SVP Nvidia Ronnie Vasishta.

Pusat AI baru ini akan menyediakan program pelatihan, dukungan startup melalui Nvidia Inception, serta infrastruktur AI lengkap milik Nvidia dan sistem keamanan cerdas dari Cisco. Fokusnya meliputi infrastruktur berdaulat, proteksi data, dan perluasan akses AI ke ratusan juta warga hingga 2027.

Menurut laporan Upstream Online (11/7), dua perusahaan kontraktor internasional terkemuka bersaing memperebutkan kontrak desain rekayasa awal (front-end engineering and design/FEED) untuk megaproyek gas alam cair (LNG) Abadi senilai US$19 miliar milik operator Jepang Inpex di Indonesia.

Baca juga : Schneider Electric Kembali Jadi Perusahaan Paling Berkelanjutan di Dunia

Proyek ini akan mencakup fasilitas LNG darat berkapasitas 9,5 juta ton per tahun serta pasokan gas pipa 150 juta kaki kubik per hari untuk kebutuhan domestik.

Selain itu, perusahaan energi terbarukan asal Arab Saudi, ACWA Power, meneken serangkaian kesepakatan proyek listrik ramah lingkungan di Indonesia.

Berdasarkan laporan MSN International (11/7), proyek ini mencakup pembangkit listrik tenaga surya, air, dan hidrogen hijau. Nilainya diperkirakan mencapai miliaran dolar dan menjadi bagian dari target ambisius Indonesia menuju 100% energi terbarukan pada 2040.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.