BREAKING NEWS
 

Kunker Ke Riau, Gibran Keras Ke Pembakar Hutan

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Selasa, 29 Juli 2025 08:15 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka bertolak ke Provinsi Riau untuk melaksanakan sejumlah agenda kunjungan kerja pada Senin (28/7/2025). (Foto: BPMI Setwapres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung posko penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Pangkalan Udara TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Senin (28/7/2025). Pada kesempatan ini, Gibran meminta agar pelaku karhutla ditindak tegas.

Gibran bertolak ke Riau menggunakan pesawat kepresidenan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (28/7/2025) sekitar pukul 7.00 WIB. Tepat pukul 09.00 WIB, Gibran mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Kedatangannya disambut langsung oleh Gubernur Riau Abdul Wahid dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan.

Setelah itu, Gibran yang mengenakan safari lengan panjang berwarna krem berjalan menuju Posko Satgas Karhutla di Kompleks Lanud Roesmin Nurjadin. Di lokasi tersebut, ia mendengarkan paparan visual dari Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen Budi Irawan, mengenai sebaran titik api serta strategi penanggulangan yang telah dijalankan.

Menurut Budi, pihaknya telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan water bombing di lokasi-lokasi rawan. Bahkan, OMC sudah dilakukan sebelum karhutla terjadi untuk menjaga kelembapan lahan gambut.

Baca juga : Siapkan Panggilan Kedua, Kejagung Sabar Hadapi MRC

“Setelah kami analisis, kebakaran ini 90 persen disebabkan oleh ulah manusia. Saat kami terbang di atas, lahan sawit tidak terbakar, tapi sisi kanan-kirinya habis terbakar,” kata Budi.

Budi merinci bahwa OMC telah dilaksanakan sejak 2 Mei hingga 27 Juli 2025 dengan 48 sortie dan total waktu terbang 64 jam 8 menit. Sebanyak 43.600 kilogram bahan semai telah dijatuhkan untuk pembasahan lahan dan pemadaman karhutla.

“Alhamdulillah, 90 persen berhasil. Saat ini sudah tidak ada titik hotspot di Riau,” ujarnya.

Selain OMC, BNPB mengerahkan tiga helikopter patroli udara sejak 1 Mei 2025 dengan 69 sortie dan total terbang 212 jam 45 menit. Untuk menjangkau lokasi yang sulit ditembus pemadaman darat, BNPB juga menurunkan lima unit helikopter water bombing dengan total lebih dari 4,5 juta liter air.

Baca juga : Jokowi Tak Pernah Menuduh Partai Biru

Selain penanganan teknis, pihaknya dan aparat penegak hukum melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.

“Tersangkanya sudah ditangkap dan diproses oleh Bapak Kapolda. Proses hukumnya akan berjalan terus sebagai efek jera agar tidak ada lagi yang melakukan pembakaran ilegal,” jelas Budi.

Sementara, Gibran menyebut, kondisi karhutla di Riau saat ini relatif terkendali. Namun, dia menegaskan kewaspadaan tetap diperlukan. Mantan Wali Kota Solo itu menekankan pentingnya langkah preventif dan penegakan hukum.

Adsense

“Tadi disampaikan, sudah ada 51 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Ke depan, penegakan hukum, monitoring, dan deteksi dini sangat penting,” tegasnya.

Baca juga : Menko Polkam: Pemerintah Luncurkan Pemanfaatan Stockpile Bauksit, Sumbang Rp 1,4 Triliun Ke Negara

Ia juga menyoroti pembukaan lahan yang harus diawasi ketat. “Jangan lagi ada pembukaan lahan yang tidak sesuai aturan. Kita ingin aturan ditegakkan,” tandasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense