Dark/Light Mode

Dikasih Lebel Premium, Tapi Kualitas Medium

Pengusaha Ritel Diminta Turunkan Harga Beras

Selasa, 29 Juli 2025 07:00 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi. (Foto: Dok. Bapanas)
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi. (Foto: Dok. Bapanas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah meminta produsen dan pelaku usaha ritel menurunkan harga jual beras yang kualitasnya tidak sesuai dengan standar beras premium. Langkah korektif ini dilakukan tanpa menarik produk dari peredaran, guna menjaga keterjangkauan dan ketersediaan pangan pokok masyarakat.

Permintaan ini menyusul temuan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kepolisian Negara Repub­lik Indonesia terkait beredarnya beras berlabel premium yang tidak memenuhi standar mutu.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menjelaskan, penegakan hukum terhadap pelanggaran label dan mutu beras premium dilakukan dengan pendekatan ultimum re­medium, yaitu mengedepankan penyelesaian secara persuasif.

Baca juga : 15 Ribu Warga Terancam Tidak Dapat Bansos Lagi

“Pendekatan ini penting agar tidak mengganggu distribusi beras di tingkat konsumen. Jadi, tidak ada beras yang di­tarik. Hanya harganya dise­suaikan dengan kualitas dalam kemasan,” kata Arief dalam keterangan resmi Bapanas, Senin (28/7/2025).

Menurut Arief, beras dengan kadar beras rusak (broken rice) mencapai 20 persen tidak boleh dijual setara dengan harga beras premium.

“Jadi harus disesuaikan, antara Rp 12.500 sampai Rp 14.900 per kg di Zona 1,” ucapnya.

Baca juga : Erika Carlina, Pasrah Dihujat Masyarakat

Menurutnya, sejumlah jaringan ritel telah menurunkan harga sekitar Rp 1.000 per kemasan lima kilogram. Namun, penye­suaian harga secara menyeluruh dinilai masih perlu dilakukan.

Arief juga menyampaikan, pihaknya telah menjalin ko­munikasi langsung dengan pelaku usaha ritel agar seluruh harga produk mencerminkan mutu aktual.

“Saya tegaskan, jangan ada lagi yang menjual beras biasa dengan harga premium,” tan­dasnya.

Baca juga : Sepakat Gencatan Senjata, Thailand-Kamboja Tunduk ke Trump

Langkah ini, menurut Arief, sejalan dengan pendekatan ke­berlanjutan dalam kebijakan pangan nasional. Dia menyarankan agar stok yang telah beredar tetap dijual, tetapi dengan harga yang sesuai mutu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.