Dark/Light Mode

Menko Polkam: Pemerintah Luncurkan Pemanfaatan Stockpile Bauksit, Sumbang Rp 1,4 Triliun Ke Negara

Selasa, 29 Juli 2025 08:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Republik Indonesia resmi meluncurkan pemanfaatan sisa stockpile bijih bauksit di Provinsi Kepulauan Riau, Senin (28/7). Langkah strategis ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menyelamatkan potensi penerimaan negara sekaligus menutup celah kebocoran devisa.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap upaya penguatan devisa negara. Salah satu langkah konkret yang dijalankan adalah melalui pembentukan Desk Koordinasi Peningkatan Penerimaan Devisa Negara (Desk PPDN) di bawah koordinasi Kemenko Polkam.

“Pembentukan desk ini tidak hanya untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, tetapi juga untuk memaksimalkan devisa demi kesejahteraan rakyat,” ujar Wamenko Polkam Lodewijk F Paulus saat hadir bersama pejabat kementerian lainnya, termasuk Wakil Menteri Keuangan, Wakil Menteri ESDM, Wakil Jaksa Agung, dan para pemangku kepentingan dari 22 kementerian dan lembaga.

Baca juga : Thailand Dan Kamboja Sepakat Tanpa Syarat

Menko Polkam menyampaikan bahwa keberhasilan penyelesaian stockpile bijih bauksit di Kepulauan Riau merupakan pencapaian penting yang lahir dari kerja kolaboratif lintas sektor. Dengan semangat gotong royong dan arah yang jelas, terobosan ini mampu membalikkan potensi kerugian menjadi keuntungan yang signifikan bagi negara.

“Potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari stockpile ini diperkirakan mencapai Rp 1,4 triliun, sebuah angka yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa sinergi antarlembaga dan kemauan politik yang kuat mampu mengubah sumber daya terbengkalai menjadi sumber daya produktif,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan cerminan dari implementasi Asta Cita ke-7 Presiden Prabowo, yaitu memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta melaksanakan Program Prioritas Nasional Nomor 2 tentang penyempurnaan sistem penerimaan negara.

Baca juga : Parliamentary Threshold Hilangkan Suara Rakyat

Menko Polkam juga menggarisbawahi pentingnya menjadikan keberhasilan ini sebagai model nasional yang dapat direplikasi di daerah-daerah lain. Ia memerintahkan Desk PPDN untuk terus mengidentifikasi dan menindaklanjuti potensi-potensi serupa yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Ini bukan akhir, melainkan awal dari langkah berkelanjutan. Kita ingin kerja cepat, kerja tuntas, dan kerja kolaboratif menjadi budaya dalam menjaga dan meningkatkan penerimaan negara,” tegasnya.

Menko Polkam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim pelaksana, khususnya di jajaran Kejaksaan Agung dan Jaksa Agung Muda Intelijen yang telah memimpin kerja lapangan dengan dedikasi tinggi. Ia berharap langkah ini menjadi awal yang baik dalam menegaskan kehadiran negara dalam setiap potensi ekonomi yang selama ini terabaikan.

Baca juga : Meski Gerindra Juara, PKB Optimis Menang

“Semoga langkah ini menjadi pijakan kuat untuk menjadikan setiap sen potensi pendapatan negara sebagai alat memperkuat ketahanan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.