BREAKING NEWS
 

Prabowo: Indonesia Harus Punya Pertahanan Sangat Kuat di Tengah Dunia yang Tak Pasti

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Minggu, 10 Agustus 2025 19:59 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberikan amanat pada upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer, di Batujajar, Minggu (10/8/2025). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia harus memiliki pertahanan yang sangat kuat di tengah kondisi dunia yang semakin tidak pasti. Pernyataan itu disampaikan Kepala Negara saat memberikan amanat pada upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer, di Lapangan Suparlan, Pusdiklatpassus, Batujajar, Minggu (10/8/2025).

Presiden Prabowo mengingatkan, prajurit muda agar tidak pernah melupakan sejarah bangsa. Dia menekankan, di masa lalu Indonesia yang pernah dijajah, diperbudak, bahkan diperlakukan lebih rendah dari binatang oleh penjajah.

"Jangan pernah lupa sejarahmu. Makanya, bangsa kita butuh tentara yang kuat. Tidak ada bangsa yang merdeka tanpa tentara yang kuat. Saya katakan sekali lagi, tidak ada bangsa yang merdeka tanpa tentara yang kuat," tegasnya.

Baca juga : Prabowo Akan Lepas 200 Peserta Retreat Kadin Dari Halim Ke Magelang

Prabowo mengingatkan, tantangan dunia kini semakin kompleks dan tidak pasti. Banyak pihak luar yang ingin mengganggu perkembangan Indonesia.

"Setiap kali kita mau bangkit, kita diganggu. Setiap kali kita mau menyejahterakan rakyat kita, kita diganggu. Kekayaan kita dirampok, kita diadu domba di antara kita," tuturnya.

Adsense

Untuk itu, lanjutnya, Pemerintah sedang memperkuat pertahanan. “Kita harus mempertahankan wilayah kita, kita harus mempertahankan kedaulatan kita, kita harus mempertahankan kekayaan kita," lanjutnya.

Baca juga : Menlu Sugiono: Indonesia-Palestina Punya Ikatan Batin Yang Dalam

Dia kemudian menggambarkan situasi dunia yang penuh ketidakpastian, saat perang terjadi di beberapa titik di dunia. “Kita melihat bagaimana bangsa yang lemah diperlakukan. Orang tua, ibu-ibu, anak kecil dibantai,” tuturnya.

Prabowo menegaskan, Indonesia tidak akan memihak blok mana pun. Oleh karena itu, Indonesia perlu untuk memperkuat pertahanannya.

"Indonesia harus punya pertahanan yang sangat kuat. Dan untuk itulah hari ini saya melantik 6 Panglima Kodam baru, 20 Komandan Brigade baru, dan 100 Batalion Teritorial Pembangunan baru,” pungkasnya.

Baca juga : Menlu Sugiono: Indonesia Akan Terus Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

Pada kesempatan tersebut, Prabowo menganugerahkan Tanda Pangkat Jenderal Kehormatan, menyematkan tanda jabatan Wakil Panglima TNI kepada Jenderal Tandyo Budi Revita, serta menganugerahkan Tanda Pangkat Jenderal Kehormatan kepada 10 penerima, Tanda Kehormatan Bintang Sakti kepada 2 penerima, dan Pangkat Kehormatan kepada 1 penerima yang dinilai mengabdi dengan dedikasi dan integritas tinggi.

Di upacara ini juga diresmikan dan dikukuhkan sejumlah satuan baru TNI, antara lain 6 Komando Daerah Militer, 14 Komando Daerah Angkatan Laut, 3 Komando Daerah Angkatan Udara, 1 Komando Operasi Udara, 6 Grup Komando Pasukan Khusus, 20 Brigade Teritorial Pembangunan, 1 Brigade Infanteri Marinir, 1 Resimen Korps Pasgat, 100 Batalyon Teritorial Pembangunan, 5 Batalyon Infanteri Marinir, dan 5 Batalyon Komando Pasukan Gerak Cepat.

Dalam gelar pasukan ini, TNI mengerahkan 27.384 personel, didukung 152 unit kendaraan taktis (Rantis) dengan 388 personel awak, serta 124 alutsista yang terdiri atas 34 unit milik TNI AD, 24 unit TNI AL, dan 66 unit TNI AU.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense