Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wujudkan Indonesia Hijau, Kemenperin Susun Peta Jalan Bagi 9 Sektor Industri
Selasa, 22 Juli 2025 19:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi industri nasional menuju arah yang lebih hijau dan berkelanjutan melalui percepatan agenda dekarbonisasi. Upaya ini dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing sektor industri sekaligus mendukung target global pengurangan emisi karbon.
“Sebagai bagian dari upaya nasional menuju net zero emission, Kemenperin telah menetapkan sembilan sektor industri prioritas yang menjadi fokus percepatan dekarbonisasi,” ujar Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi, saat berbicara dalam kegiatan AIGIS Goes to Campus di Universitas Bina Nusantara (Binus), Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Hadir juga pada kesempatan ini Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Yandri Pardomuan.
Baca juga : Indonesia Dan Amanah Kemanusiaan Palestina
Kesembilan sektor industri tersebut mencakup: semen, pupuk, logam, pulp dan kertas, tekstil, kimia, otomotif, makanan dan minuman, serta kaca dan keramik. Andi menjelaskan bahwa sektor-sektor tersebut tergolong industri dengan emisi gas rumah kaca (GRK) tinggi, sehingga memerlukan langkah strategis untuk menurunkan emisi secara signifikan.
Kemenperin saat ini sedang menyusun peta jalan dekarbonisasi untuk masing-masing sektor. Peta jalan itu akan memuat panduan teknis, kebijakan pendukung, kebutuhan teknologi dan pembiayaan, serta skema kolaborasi lintas sektor.
“Kami menargetkan sektor industri nasional mencapai net zero emission pada tahun 2050, atau lebih cepat 10 tahun dari target nasional. Untuk itu, roadmap yang komprehensif dan realistis perlu segera disiapkan,” jelas Andi.
Baca juga : Wujudkan Swasembada Energi, Kemendes Dukung Langkah Cepat Bahlil
Dalam proses penyusunan peta jalan ini, Kemenperin melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti asosiasi industri, pelaku usaha, akademisi, hingga lembaga internasional. Menurut Andi, keterlibatan institusi pendidikan seperti Universitas Binus menjadi penting dalam menciptakan inovasi teknologi dan solusi kreatif bagi masa depan industri hijau di Indonesia.
“Kampus adalah inkubator ide dan inovasi. Kami percaya generasi muda bisa menjadi motor transformasi industri melalui riset, teknologi, dan gerakan sosial,” ujarnya.
Acara AIGIS Goes to Campus kali ini mengusung tema “Technology and Creative Solution for Greener Future”, dan menjadi bagian dari rangkaian menuju The 2nd AIGIS 2025 yang akan digelar pada 20–22 Agustus di Jakarta International Convention Center (JICC). Program ini bertujuan memperkuat literasi mahasiswa dalam isu-isu industri hijau serta memperluas ruang kolaborasi antarpihak.
Baca juga : DPR Turunkan Tim Supervisi Penulisan Ulang Sejarah
Dalam AIGIS 2025 mendatang, Kemenperin juga akan meluncurkan inisiatif baru berupa pembentukan Green Industry Service Company (GISCO). Lembaga ini akan berperan sebagai agregator untuk memfasilitasi industri dalam mengakses teknologi rendah karbon serta sumber pendanaan hijau.
“GISCO akan menjadi motor penggerak dekarbonisasi, khususnya bagi sektor manufaktur yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Dengan GISCO, kami ingin menjawab tantangan adopsi teknologi hijau, terutama bagi pelaku usaha yang terkendala biaya investasi,” tutup Andi.
AIGIS sendiri merupakan program strategis Kemenperin yang mengintegrasikan kebijakan, teknologi, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi publik dalam mempercepat transisi industri hijau di Indonesia. Lewat AIGIS, pemerintah ingin memperkuat sinergi seluruh elemen bangsa dalam membangun industri nasional yang tangguh, kompetitif, dan rendah karbon.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya