BREAKING NEWS
 

Sejarah Singkat dan 11 Fakta Menarik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 11 Agustus 2025 11:16 WIB
Naskah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang ditulis tangan Bung Karno, sempat dibuang ke tempat sampah dan diambil kembali oleh wartawan bernama BM Diah. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 adalah tonggak penting sejarah bangsa Indonesia, yang menandai berakhirnya penjajahan dan lahirnya negara Indonesia yang merdeka.

Berikut sejarah singkat dan 11 fakta penting seputar Proklamasi Kemerdekaan RI yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Tanggal Proklamasi

Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada Jumat 17 Agustus 1945 Tahun Masehi atau tanggal 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang, pukul 10.00 WIB, di kediaman Presiden pertama RI Ir. Soekarno Jl. Pegangsaan Timur No. 56 (sekarang Jl. Proklamasi), Jakarta Pusat.

2. Pembacaan Naskah Proklamasi 

Teks proklamasi dibacakan oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno atau Bung Karno didampingi Wakil Presiden pertama Drs. Mohammad Hatta.

3. Perumusan Naskah Proklamasi 

Naskah disusun oleh Soekarno, Hatta, dan Achmad Soebardjo pada 16 Agustus 1945 malam di rumah Laksamana Tadashi Maeda (perwira Jepang).​​​​​​​

4. Penyusunan Naskah Asli

Baca juga : ID FOOD Gelar Bazar Pangan Di 80 Lokasi Seluruh Indonesia

Bung Karno menulis naskah Proklamasi di kediamannya di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta, pada dini hari 17 Agustus 1945. Setelah selesai, naskah tulisan tangan tersebut diberikan kepada Sayuti Melik untuk diketik.

5. Naskah Tulisan Tangan Dibuang 

Karena naskah hasil ketikan dianggap lebih penting dan naskah tulisan tangan tidak lagi diperlukan, Sayuti Melik membuangnya ke tempat sampah.

Naskah asli tersebut kemudian ditemukan dan disimpan oleh seorang wartawan bernama BM Diah. Setelah 48 tahun, BM Diah menyerahkan naskah asli tulisan tangan tersebut kepada Presiden Soeharto pada tahun 1993. Sejak 1995, naskah ini disimpan di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam kondisi terawat. 

6. Bendera Pusaka Merah Putih

Bendera Pusaka Merah Putih dijahit oleh istri Bung Karno, Fatmawati. Pada masa pendudukan Jepang, kain berkualitas sulit diperoleh, sehingga menggunakan bahan seadanya: kain soto. Disebut kain soto, karena bahannya tipis. Biasa digunakan untuk menyaring kuah soto atau bahan gorden tipis. 

Adsense

Bendera pusaka pertama kali dikibarkan di halaman rumah Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.

Baca juga : Ini Skuad Garuda Muda Tatap Piala Kemerdekaan 2025

Setelah proklamasi, bendera pusaka ini disimpan dan hanya dikibarkan pada peringatan HUT RI hingga 1968. Saat ini bendera tersebut disimpan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dalam kondisi terawat khusus.

7. Latar Belakang 

Proklamasi terjadi setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945, yang menciptakan peluang untuk memproklamasikan kemerdekaan.

8. Peran Pemuda 

Golongan pemuda seperti Sukarni, Wikana, dan Chaerul Saleh mendesak agar proklamasi segera dilakukan, tanpa menunggu persetujuan Jepang. Mereka bahkan "menculik" Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. Agar kedua tokoh itu terlepas dari pengaruh pihak Jepang di Jakarta.

Golongan pemuda ini mendesak proklamasi dilakukan secepat mungkin, setelah Jepang menyerah pada Sekutu pada 15 Agustus 1945. 

9. Belanda Berusaha Kembali Berkuasa 

Tidak semua negara langsung mengakui kemerdekaan RI. Belanda bahkan berusaha kembali berkuasa, sehingga terjadi agresi militer I pada 21 Juli – 5 Agustus 1947 dan agresi militer II pada 19 Desember 1948 – 5 Januari 1949 di wilayah Jawa dan Sumatera.

10. Dukungan Moral Pertama 

Baca juga : Menegakkan Sikap Keterbukaan Akademik

Tokoh Palestina Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, mufti besar Yerusalem, menyampaikan dukungan dan seruan pengakuan kemerdekaan Indonesia kepada dunia Arab, tak lama setelah proklamasi 1945. Dukungan ini bersifat moral dan politik, bukan pengakuan diplomatik formal.

11. Pengakuan Diplomatik Resmi Pertama

Mesir adalah negara pertama yang menyampaikan pengakuan diplomatik resmi terhadap kemerdekaan RI.

Pengakuan yang disampaikan pada 22 Maret 1947 itu dibuktikan dengan pembukaan hubungan diplomatik dan pengiriman konsul.

Pengakuan Mesir memperkuat posisi Indonesia di mata dunia dan memicu negara-negara Arab lainnya (Suriah, Irak, Arab Saudi, Yaman, Lebanon) untuk mengikuti langkah serupa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense