BREAKING NEWS
 

Epic! Upacara Di Tengah Laut Lampung Cetak 2 Rekor MURI, Ini Cerita Keseruannya

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Minggu, 17 Agustus 2025 15:02 WIB
Ratusan perenang bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal usai mencatatkan dua rekor MURI upacara di tengah laut, Sabtu (16/8). Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Upacara bendera lazimnya digelar di lapangan. Namun pada Sabtu pagi, 16 Agustus 2025, pemandangan berbeda tersaji di perairan Mutun, Pesawaran, Lampung. Ratusan perenang menggelar upacara di tengah laut dan membentuk formasi angka 80—simbol usia kemerdekaan Republik Indonesia. 

Di antara mereka, ada satu sosok perempuan tangguh, berenang sambil menggenggam baki berisi bendera Merah Putih. Dia adalah Prof. Dr. Marselina Djayasinga, SE, MPM, Guru Besar Universitas Lampung (Unila).

 

Guru Besar Unila Prof. Marselina Djayasinga saat menyerahkan baki bendera Merah Putih kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal selaku Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-80 RI di atas permukaan laut di Pantai Mutun, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (16/8/2025). (Foto: Istimewa)

Kepada RM.id, Marselina bercerita, upacara di tengah laut itu merupakan bagian dari kegiatan Berenang Merdeka 2025. Kegiatan ini digelar oleh Komunitas Perenang Antar Pulau Lampung (KPAPL) yang diketuai Napoli Situmorang.

“Kami ada kelompok perenang antar pulau.  Kelompok ini terbentuk sejak pandemi Covid-19,” ungkap Prof Marselina.

Mulanya, kata dia, KPAPL hanyalah kelompok kecil. Namun, belakangan peminatnya semakin banyak. Pesertanya beragam, dari anak-anak hingga lansia. Mereka datang dari berbagai daerah, termasuk Jakarta. Tujuan mereka bergabung juga macam-macam. Ada yang karena hobi, ada pula yang untuk terapi kesehatan.  

Baca juga : Jangan Samakan Pajak dan Zakat, Ini Perbedaannya

“Banyak dari perenang juga penderita saraf kejepit. Mereka mengikuti saran dokter. Karena untuk sembuh dari saraf terjepit itu, pilihannya cuma dua: operasi atau berenang. Ternyata banyak yg milih berenang hehehe,” papar Marselina lewat sambungan telepon.

Meski diisi oleh peserta dari latar belakang yang beragam, komunitas perenang di Lampung ini sudah beberapa kali memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Terakhir, tahun 2024 , mereka berenang sejauh 22 km. Menyeberang dari Pantai Mutun hingga Pantai Kunyit. “Ini rekor MURI penyeberangan laut terpanjang dengan berenang,” tuturnya.

Tak berhenti di situ, tahun ini komunitas renang itu kembali bikin rekor baru. Dua rekor sekaligus. Pertama, rekor Upacara Bendera Merah Putih di Permukaan Laut dengan Perenang Terbanyak: 565 orang.

Kedua, rekor Gubernur Pertama Dunia yang menjadi inspektur upacara di atas permukaan laut.

Sebenarnya, mereka hanya mencatatkan satu rekor. Rekor kedua muncul di menit-menit terakhir. Saat Gubernur Lampung yakni Rahmat Mirzani Djausal yang awalnya diinfokan tidak bisa hadir lantaran harus mengikuti acara Pidato Kenegaraan Presiden dalam Sidang Tahunan MPR pada 15 Agustus, akhirnya datang.

Adsense

“Akhirnya, kami dapat kabar baik. Pak Gubernur bisa hadir, karena tanggal 16 kebetulan beliau kosong,” ingatnya.

Baca juga : Indonesia & Arab Saudi Teken Kerja Sama US$ 27 Miliar, Ini Daftar Lengkapnya

Persiapan menuju momen ini memakan waktu dua bulan. Izin, koordinasi, hingga latihan dilakukan berulang. “Kami empat kali latihan,” tutur Marselina.

Namun, satu hal yang luput yakni perkiraan cuaca di tanggal upacara. Lagi-lagi mereka beruntung, cuaca di hari tersebut cukup bersahabat. Tidak ada hujan atau angin kencang yang mengganggu.

“Syukurnya, semua berjalan lancar,” ucap Marselina. 

Diperkirakan, para perenang yang mengikuti upacara, berendam sekitar empat jam di tengah laut. Sebab, mereka sudah nyemplung duluan ke tengah laut pagi-pagi sekali, jauh sebelum Gubernur tiba.

Rata-rata, mereka memang perenang tangguh. Salah satu grup bahkan sempat-sempatnya berenang mengelilingi pulau sepanjang 3 km dalam waktu setengah jam. Namun perenang lain, yang diisi oleh perenang pemula atau lansia sempat kewalahan, karena kurang terbiasa berendam lama di tengah lautan.

“Lumayan, Basarnas ngangkat perenang yang kram hehehe," ujar Marselina. 

Baca juga : Jemaah Haji Reguler yang Wafat Dapat Asuransi, Begini Ketentuannya!

Lalu, apa yang memotivasi Marselina mengadakan upacara bendera di tengah laut ini?

“Pertama, ingin merayakan kemerdekaan dengan apa yang bisa kita lakukan. Salah satunya untuk mengangkat wisata laut di Lampung, agar ekonomi yang lagi kurang baik ini segera pulih,” tuturnya.

Ia memastikan, laut di Lampung ini berbeda dengan laut di wilayah lainnya. Ombaknya kecil, karena dikelilingi gugusan pulau. Tidak langsung menghadap samudera, sehingga relatif cukup aman untuk berenang.

Motivasi lainnya adalah ingin mengkampanyekan laut bersih, dengan mengajak nelayan dan warga Lampung untuk mencintai laut dan menjaga kebersihannya.

“Jadi sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Pahlawan di masa lalu berjuang dengan darah dan bertaruh nyawa, kita sekarang berjuang dengan apa yang kita bisa,“ pungkas Marselina.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense