RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) memastikan, pihaknya akan bergerak cepat menangani dampak gempa darat bermagnitudo 4,9 yang mengguncang wilayah Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi pada Rabu (20/8/2025) pukul 19.54.56 WIB. Dedi bersyukur, tidak ada korban jiwa.
“Gempa yang terjadi di wilayah Bekasi dan Karawang, melahirkan rasa prihatin bagi kita. Tetapi kita cukup bersyukur karena tidak ada korban jiwa. Yang ada hanya kerusakan kecil pada beberapa rumah dan Puskesmas,” kata Dedi dalam keterangan video yang dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (21/8/2025) pagi.
“Untuk kerusakan rumah dan Puskesmas, Pemprov Jabar hari ini juga akan membantu menyelesaikan masalah tersebut. Sehingga, warga dalam keadaan tenang,” imbuhnya.
Dedi mengimbau seluruh warga Jawa Barat, untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan kehidupan kita masing-masing. Waspada bencana bisa terjadi sewaktu-waktu, karena wilayah tinggal warga Jawa Barat masuk dalam kategori bencana.
Baca juga : BNPB: Getaran Gempa M4,9 Kabupaten Bekasi Terasa Hingga Kabupaten Purwakarta
“Semoga Allah SWT memberi perlindungan kepada kita semua. Salam untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan,” pungkas Dedi.
Melalui platform media sosial X, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II melaporkan sejak kejadian gempa M4,9 yang mengguncang Kabupaten Bekasi pada Rabu (20/8/2025) pukul 19.54.56 WIB, hingga Kamis (21/8/2025) pukul 06.05.04 WIB, terpantau delapan gempa susulan di wilayah tersebut. Tertinggi magnitudo 3,9 pada Rabu (20/8/2025) pukul 22.39.57 WB. Terendah magnitudo 1,8 pada Kamis (20/8/2025) pukul 23.15.24 WIB.
Laporan Kerusakan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, gempa M4,9 Kabupaten Bekasi telah mengakibatkan sejumlah bangunan - baik hunian masyarakat maupun fasilitas umum - di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengalami kerusakan.
Laporan kaji cepat sementara yang dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang menyebutkan, bangunan rumah warga di Kampung Jungkur, Kecamatan Tegalwaru dan Kampung Kutamaneuh, Kecamatan Tegalwaru, mengalami kerusakan di bagian dinding rumah.
Baca juga : Mahasiswa KKN Wafat Dalam Musibah Kapal Terbalik di Maluku Tenggara, UGM Berduka
Kerusakan fasilitas umum yang terdata sementara meliputi Sekolah Dasar Negeri Kutamaneuh 2, Kecamatan Tegalwaru dan gedung aula serbaguna Kecamatan Pangkalan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Laporan visual hasil kaji cepat menunjukkan, langit-langit atau plafon jebol mengenai beberapa meja di salah satu ruang kelas SDN Kutamaneuh 2.
Di samping itu, kerusakan juga terlihat di bagian dinding cungkup atap ruang kelas. Serpihan puing dinding terlihat jatuh dan berserakan ke tanah.
Hal serupa juga terlihat di aula serbaguna kantor Kecamatan Pangkalan. Plafon langit-langit roboh menimpa sarana umum.
Baca juga : Dipecat Persis, Mantan Pelatih Malaysia Merapat Ke Persik
“Beruntung saat terjadi gempa bumi, baik sekolah maupun aula kecamatan tidak ada aktivitas manusia di sana, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” demikian keterangan resmi BNPB yang dibagikan melalui akun Facebook, Kamis (21/8/2025).
Berdasarkan kaji cepat sementara, wilayah yang terdampak gempa bumi juga meliputi Desa Wanakerta, Desa Mulyajaya dan Desa Parungsari di Kecamatan Telukjambe Barat serta Desa Kutamaneuh di Kecamatan Tegalwaru di Kabupaten Karawang.
Sebanyak 8 rumah dilaporkan mengalami kerusakan dan total warga terdampak berjumlah 20 jiwa dari 8 KK.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.