BREAKING NEWS
 

Syam Basrijal: Korupsi Lahir Dari Rasa Tak Pernah Cukup

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Sabtu, 23 Agustus 2025 10:09 WIB
Founder Restorasi Jiwa Indonesia Syam Basrijal. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus dugaan korupsi yang menjerat Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer bersama sepuluh pejabat lain terkait dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dinilai lebih dari sekadar pelanggaran hukum.

Founder Restorasi Jiwa Indonesia Syam Basrijal menilai, praktik tersebut mencerminkan penyakit batin yang mengakar dalam kesadaran bangsa.

"Sertifikasi yang mestinya menjamin keselamatan para pekerja justru diperdagangkan demi keuntungan pribadi, dan pada titik ini kita melihat betapa rapuhnya integritas ketika jabatan dijadikan komoditas," ujar Syam dalam keterangannya, Sabtu (23/8/2025).

Menurut Syam, korupsi tak bisa hanya dipandang dari sisi hukum semata, melainkan berakar pada pikiran bawah sadar yang telah lama terbentuk di tengah masyarakat dan pejabat.

Baca juga : Rumahnya Digeledah, HP Eks Menag Disita KPK

Dikatakan, banyak pejabat maupun masyarakat hidup dengan keyakinan keliru yang telah lama diwariskan. Bahwa kesempatan harus dimanfaatkan secepatnya sebelum orang lain mengambilnya.

"Bahwa jabatan adalah pintu menuju kemakmuran pribadi, atau bahwa ‘sedikit permainan’ bisa dimaklumi selama tidak ketahuan," jelasnya.

Lebih jauh, Syam menilai ada tiga dimensi yang harus disentuh untuk memutus rantai korupsi, yakni dimensi pribadi, sosial, dan sistemik. Dimensi pribadi, pejabat belum pulih dari luka batin sehingga terus mencari penguatan lewat kuasa dan harta.

Adsense

Dimensi sosial, masyarakat masih permisif terhadap praktik uang pelicin demi kenyamanan sesaat. Dan dimensi sistemik, birokrasi memberi celah besar bagi kewenangan untuk diperdagangkan tanpa kontrol etis.

Baca juga : Cepat Banjiri Pasar Dengan Beras Murah

Melalui gagasan Restorasi Jiwa, Syam mengingatkan, penegakan hukum saat ini hanya menyentuh gejala, bukan akar persoalan. Nah, jika akar luka tidak dipulihkan, perilaku yang sama akan kembali berulang.

Restorasi Jiwa mengajak masuk ke wilayah pemulihan kesadaran, berani mengakui luka bawah sadar yang tersembunyi, melepaskan keterikatan pada kuasa dan materi, serta menemukan rasa cukup yang lahir dari dalam.

Syam pun menekankan pentingnya melihat kasus Immanuel Ebenezer bukan sekadar sebagai penegakan hukum, tetapi juga sebagai cermin kondisi bangsa.

"Kasus ini seharusnya tidak kita sikapi hanya dengan sorak gembira karena ada pejabat ditahan. Ini adalah menuntut kita bercermin bersama, sejauh mana kita ikut melestarikan budaya permisif yang membuat korupsi tumbuh subur?" pungkasnya.

Baca juga : Tenang, Cedera La Pulga Rupanya Nggak Parah Kok!

Sebagai informasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel) bersama 10 pejabat Kemenaker dan pihak swasta sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terkait sertifikasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Dengan ditangkapnya Noel dalam kasus ini, menjadikannya sebagai orang pertama di Kabinet Merah Putih (KMP) kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang tertangkap kasus korupsi.

Immanuel Ebenezer ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada hari Rabu (20/8/2025) malam dan kini telah ditahan selama 20 hari ke depan terhitung setelah penetapan pada 22 Agustus 2025 untuk kepentingan penyidikan.

Bersamaan itu, kini Presiden Prabowo Subianto telah memberhentikan Immanuel Ebenezer dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan terhitung tanggal 22 Agustus 2025.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense