RM.id Rakyat Merdeka - Begawan hukum tata negara Prof. Jimly Asshiddiqie melihat, ketegangan imbas gelombang demonstrasi pekan lalu mulai mereda. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini melihat, masyarakat sudah cerdas membedakan mana demonstrasi yang dilindungi dan perusuh yang harus ditindak tegas.
“Kita tunggu saja beberapa hari ke depan. Dengan sikap tangkas dari Presiden, mudah-mudahan kemarahan publik akan reda, dan menyadari bahwa aspirasi tulus mereka ternyata disalahgunakan oleh segelintir orang untuk menjarah,” kata Jimly, kepada RM.id, Senin (1/9/2025).
Baca juga : Johnny Jansen Happy Bali United Raih Kemenangan Perdana
Jimly menyatakan, saat ini semakin banyak pihak, termasuk gerakan mahasiswa, aktivis organisasi masyarakat (ormas), dan serikat pekerja, yang mulai menyadari situasi ini. Mereka pun mengambil jarak dari tindakan brutal segelintir perusuh.
“Mungkin perlu waktu sekitar satu minggu lagi agar situasi benar-benar stabil,” tambahnya.
Baca juga : Puan Minta Insiden Rantis Tabrak Ojol Diusut Tuntas, Aparat Jangan Berlebihan
Ia juga meminta para aktivis tidak khawatir apabila sementara waktu Pemerintah membatasi ruang gerak, termasuk melalui imbauan kepada pimpinan ormas, perguruan tinggi, maupun sekolah. Sebagai langkah antisipasi, selama satu minggu ini, pembelajaran jarak jauh di sekolah dan kampus dianjurkan, begitu juga penerapan Work from Home (WFH) bagi para pekerja.
“Sebagai bentuk tanggung jawab bersama, sebaiknya aspirasi yang tulus tidak perlu disampaikan melalui kerumunan. Cukup melalui media sosial atau surat terbuka. Biarkan aparat fokus mengendalikan para perusuh,” pungkas Jimly.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.