Dark/Light Mode

Optimalisasi Bank Sampah, Ketua Komisi D Dorong Keterlibatan Semua Pihak

Jumat, 8 Agustus 2025 21:30 WIB
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike. Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike. Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mendukung program satu Rukun Warga (RW) satu bank sampah. Ia menegaskan perlunya optimalisasi bank sampah sehingga timbulan sampah berkurang.

Yuke mengingatkan, pembentukan bank sampah merupakan amanat Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 77 Tahun 2020. Pergub ini mewajibkan setiap RW memiliki minimal satu bank sampah.

Menurut Yuke, tantangan terbesar bukan mendirikan, tapi mengelola bank sampah agar berfungsi maksimal.

Baca juga : Marak Kereta Anjlok, Ketua Komisi V DPR Minta Maintenance Lebih Maksimal

Yuke mengatakan, banyak bank sampah yang hanya aktif di awal lalu berhenti beroperasi karena pengelolaan kurang tepat, minimnya penggerak, dan kendala fasilitas.

“Konsepnya, warga memilah sampah dari rumah, lalu bank sampah menjadi tempat penimbangan, edukasi, dan pengolahan. Bukan sekadar menumpuk sampah di lokasi,” kata Yuke di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Politisi PDI Perjuangan ini menilai bank sampah bisa berkembang jika masyarakat, pengurus lingkungan, pihak swasta serta Pemeriintah Daerah terlibat. Sehingga bank sampah dapat dikelola dengan baik.

Baca juga : Kapolri Dipuji Ketum PBNU Sebagai Penjaga Ketertiban Dan Keamanan

Program ini juga bisa bermitra dengan pihak ketiga seperti perusahaan daur ulang atau memanfaatkan program CSR.

"Dukungan Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup juga sangat diperlukan. Selain melakukan pendampingan, Dinas dapat memberikan insentif operasional, atau penyediaan peralatan sederhana. Seperti kantong plastik sampah, gerobak, Dinas Lingkungan Hidup bisa menyediakannya," ujarnya.

Yuke juga menekankan perlunya kolaborasi antar-RT/RW untuk memenuhi kuota sampah daur ulang, serta integrasi dengan program TPS 3R.

Baca juga : PTP Nonpetikemas Bantu Sarana Rumah Autis Di Tanjung Priok

“Ukuran keberhasilan harus jelas, misalnya berapa pengurangan volume sampah di wilayah tersebut. Dengan data itu, bantuan atau kerja sama bisa tepat sasaran,” ujarnya.

Selain itu, dia mendorong keterlibatan aktif RT, RW, PKK, karang taruna, dan kader lingkungan untuk mengedukasi warga.

“Targetnya, semua RW di Jakarta punya bank sampah yang benar-benar aktif. Tidak hanya ada nama, tapi memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan warganya,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.