BREAKING NEWS
 

Video Kader Banteng “Mau Miskinkan Negara” Viral

PDI Perjuangan Pecat Anggota DPRD Gorontalo

Reporter : OSPI DARMA
Editor : ROMDONY SETIAWAN
Minggu, 21 September 2025 06:40 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun. (Foto: Instagam/bungkomar)

 Sebelumnya 
Wahyudin juga melakukan kla­rifikasi atas video viral dan membuat publik marah. Dalam unggahan di akun instagramnya, dia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Gorontalo. Wahyudin mengaku sama sekali tidak berniat untuk melecehkan atau menyinggung masyarakat Gorontalo. 

“Semua ini murni kesalahan saya, dan atas kejadian ini saya dari hati paling dalam saya memohonkan maaf,” kata Wahyu dikutip dari Instagram miliknya @wahyumoridu, Sabtu (20/9/2025). 

Dia pun menyadari, tindakan dan pernyataannya dalam video viral itu salah, dan tidak menunjukkan etika seorang pejabat publik. 

Baca juga : Hati-hati Transaksi, Jaga Data Pribadi

Dalam video permintaan maaf itu, Wahyudin didampingi sang istri. Dia pun mengaku siap menerima konsekuensi apapun atas tindakan nyelenehnya. 

“Saya, keluarga dan teman dekat siap menanggung konsekuensi yang ditimbulkan atas video ini. Mohon maaf atas segala kegaduhan yang ada. Apapun konsekuensi atas perihal ini, saya siap menerima dengan lapang dada,” pungkasnya. 

Sementara, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama memastikan, pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada Wahyudin atas pernyataannya di video tersebut. Menurut dia, Wahyudin mengaku dalam kondisi tidak sadar atau mabuk, saat melontarkan pernyataan tersebut. 

Baca juga : Investasi Meningkat Dan Lapangan Kerja Terbuka

“Yang bersangkutan menyatakan sedang dalam kondisi tidak sadar, akibat mengonsumsi minuman keras dari malam hingga keesokan harinya saat berangkat ke bandara,” ungkapnya. 

Fikram mengatakan, video tersebut direkam dan disebar oleh wanita yang duduk disampingnya. Dia pun membenarkan antara Wahyudin dan wanita tersebut punya hubungan gelap. 

“Menurut pengakuan Wahyudin, wanita tersebut kerap memaksanya untuk dinikahi,” tandasnya. [OSP]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense