BREAKING NEWS
 

Imigrasi Studi Tiru Ke Bea Cukai, Bahas Kepatuhan Internal

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : M ADE AL KAUTSAR
Senin, 22 September 2025 22:08 WIB
Direktorat Jenderal Imigrasi menggelar studi tiru ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta Timur, Senin (22/9). Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal Imigrasi menggelar studi tiru ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta Timur, Senin (22/9). Agenda ini membahas praktik terbaik dalam memperkuat kepatuhan internal.

Acara dibuka Direktur Kepatuhan Internal Bea dan Cukai, M. Purwantoro. Ia menekankan forum ini penting sebagai ruang berbagi pengalaman sekaligus menjaga integritas lembaga. 

Pertemuan dihadiri jajaran pejabat dan pegawai dari kedua unit kerja. Dari pihak Imigrasi, hadir Kepala Subdirektorat Pencegahan dan Pengendalian, Fahrul Novry Azman, yang memperkenalkan tim dan menjelaskan maksud kedatangan.

Baca juga : AC Milan Bekuk Udinese, Juventus Tertahan Di Verona

Paparan utama datang dari Bea dan Cukai. Mereka menjelaskan fungsi kepatuhan internal yang telah berjalan sejak unit itu dibentuk pada 2007. Skema ini meliputi pencegahan, pengawasan, penjaminan kualitas, hingga pengelolaan kinerja.

Fungsi pencegahan dijalankan lewat edukasi antikorupsi dan pengendalian gratifikasi. Bea dan Cukai juga melakukan pembinaan pegawai, memantau gaya hidup, serta mengelola pengaduan masyarakat.

Adsense

Untuk fungsi pengawasan, Bea dan Cukai menegaskan pentingnya investigasi internal. Setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti, lalu dipastikan tidak ada pelanggaran dalam pelaksanaan tugas.

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Sabtu 20 September, Hadir Di Kantor Kecamatan Bekasi Barat

Penjaminan kualitas disebut jadi pilar penting. Tujuannya memastikan target organisasi tercapai lewat monitoring pengendalian intern dan tindak lanjut pemeriksaan aparat pengawasan.

Sementara pengelolaan kinerja diarahkan agar visi dan misi organisasi tercapai. Setiap program direncanakan, dipantau, dan dievaluasi, lalu hasilnya ditetapkan secara resmi.

Selain itu, Bea dan Cukai membagikan praktik baik soal pengelolaan kode etik pegawai. Mereka juga menjelaskan mekanisme sanksi moral hingga tata cara pemeriksaan pelanggaran.

Baca juga : AJP 2025 Hadir Di Surabaya, Buka Ruang Kreatif Untuk Jurnalis

Forum komunikasi antar pimpinan dinilai krusial. Jalur ini membantu meredam perbedaan pandangan, terutama dalam pengenaan hukuman disiplin terhadap pegawai.

Kegiatan berakhir dengan penyerahan cinderamata dari Imigrasi kepada Bea dan Cukai. Simbol persahabatan itu diharapkan jadi pintu kerja sama berkelanjutan.

Imigrasi berharap bisa mengadopsi praktik terbaik dari Bea dan Cukai. Targetnya memperkuat kepatuhan internal, meningkatkan profesionalisme, dan menjaga integritas pegawai di lingkungan Imigrasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense