BREAKING NEWS
 

Sampah Jadi Listrik, Solusi Danantara Untuk Lingkungan Dan Pariwisata Indonesia

Writer : Taufan Rahmadi
Editor : SAIFUL BAHRI
Selasa, 30 September 2025 20:58 WIB
CEO Danantara Rosan Roeslani bersama Presiden Prabowo dan PM Kanada Mark Carney Sumber (Foto : IG@rosanroeslani)

Peluncuran proyek waste to energy yang diinisiasi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) pada akhir Oktober 2025, di bawah kepemimpinan Rosan Roeslani, merupakan terobosan strategis yang layak diapresiasi. Langkah ini tidak hanya menjawab persoalan sampah nasional, tetapi juga membuka horizon baru bagi masa depan energi bersih dan keberlanjutan sektor pariwisata Indonesia.

Setiap tahun, Indonesia menghasilkan sekitar 35 juta ton sampah. Jika dihamparkan, volume tersebut setara dengan 16.500 lapangan bola atau menutupi seluruh wilayah Jakarta dengan ketebalan 20 sentimeter. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya tantangan lingkungan yang kita hadapi. Fakta bahwa baru 61 persen dari jumlah tersebut yang dikelola secara layak menjadi alarm bagi semua pihak. Oleh karena itu, hadirnya proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang menargetkan 33 stasiun dengan kapasitas 1.000 ton sampah per hari di berbagai wilayah, adalah jawaban nyata terhadap kebutuhan mendesak bangsa ini.

Lebih jauh, proyek dengan nilai investasi Rp2–3 triliun per lokasi ini menghadirkan multiplier effect yang luas. Pertama, dari sisi lingkungan, PSEL berfungsi mengurangi tumpukan sampah yang kerap mencoreng wajah kota-kota destinasi wisata. Bayangkan Bali, Labuan Bajo, Mandalika, hingga Danau Toba terbebas dari problem sampah wisatawanpun akan semakin betah. Kebersihan lingkungan yang terjaga bukan hanya soal estetika, tetapi juga faktor utama dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas.

Baca juga : Astra Implementasi Kontribusi Kepemimpinan Perempuan Hadirkan Lingkungan Kerja Inklusif

Kedua, dari perspektif energi, konversi sampah menjadi listrik merupakan inovasi yang memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan. Destinasi wisata masa depan menuntut ketersediaan energi ramah lingkungan yang stabil. PSEL menjawab kebutuhan ini, sekaligus mendukung komitmen Indonesia terhadap target Net Zero Emissions tahun 2060. Wisatawan global, khususnya dari Eropa dan Amerika, semakin menaruh perhatian pada isu keberlanjutan. Kehadiran PSEL akan menjadi nilai tambah branding pariwisata Indonesia di mata dunia.

Ketiga, dari sisi ekonomi lokal, proyek ini membuka ruang partisipasi masyarakat. Dengan pengelolaan sampah yang terintegrasi, masyarakat di sekitar destinasi wisata dapat terlibat dalam rantai ekonomi sirkular, mulai dari pemilahan sampah, pengelolaan logistik, hingga penyediaan jasa pendukung. Hal ini sejalan dengan konsep community-based tourism yang terbukti memperkuat ketahanan sosial dan meningkatkan kesejahteraan lokal.

Adsense

Dalam perspektif pariwisata, kehadiran PSEL bukan hanya soal teknologi dan investasi, melainkan juga tentang bagaimana Indonesia membangun citra sebagai destinasi yang peduli lingkungan dan berdaya saing global. Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Swedia telah lebih dahulu menjadikan waste to energy plant mereka sebagai bagian dari edukasi publik dan bahkan atraksi wisata. Indonesia berpeluang besar mengikuti jejak tersebut. Bayangkan, di masa depan, wisatawan yang berkunjung ke Indonesia tidak hanya menikmati pantai, gunung, atau budaya, tetapi juga bisa belajar dari pusat pengolahan sampah modern yang mengubah limbah menjadi energi.

Baca juga : Bus Listrik: Solusi Transportasi Modern Untuk Medan

Dengan demikian, langkah Danantara Indonesia di bawah kepemimpinan Rosan Roeslani dapat dipandang sebagai strategi emas: menyatukan isu lingkungan, kesehatan, energi, dan pariwisata dalam satu gerakan nasional. Dalam konteks pariwisata, inisiatif ini bukan hanya program teknis, melainkan juga fondasi baru dalam membangun ekosistem pariwisata Indonesia yang lebih bersih, hijau, dan berdaya saing.

Pariwisata yang berkelanjutan hanya mungkin tercapai jika masalah mendasar seperti sampah ditangani secara serius. Kehadiran proyek waste to energy ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang bergerak ke arah yang tepat: menyulap tantangan menjadi peluang, dan mengubah limbah menjadi sumber energi sekaligus kebanggaan nasional.


Baca juga : Sekolah Rakyat Putus Rantai Kemiskinan dan Lahirkan Generasi Emas 2045



Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense