BREAKING NEWS
 

Kapolri Paparkan Inovasi Pangan Polri, Hasil Panen Capai 14 Ton Per Hektar

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 8 Oktober 2025 17:07 WIB
Foto: Polri

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berbagai inovasi telah dilakukan Polri untuk memperkuat sektor pangan nasional.

Salah satu inovasi utama, kata Sigit, adalah pemanfaatan bibit unggul Hibrida P27 dan pupuk Tekno MIGO Presisi Bhayangkara. Kombinasi ini terbukti mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan.

“Pemanfaatan bibit unggul Hibrida P27 dan pupuk Tekno MIGO Presisi Bhayangkara dapat meningkatkan hasil panen dari 4 ton per hektare menjadi 9 hingga 14 ton per hektare,” ujar Jenderal Sigit dalam paparannya pada kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV Polri di Desa Bantar Panjang, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (8/10/2025).

Selain itu, Polri juga merekrut 333 bintara kompetensi khusus pertanian untuk membantu optimalisasi pengolahan lahan dan peningkatan produktivitas hasil pertanian.

Baca juga : Polri Gelar Gerakan Pangan Murah, Salurkan 1.500 Ton Beras SPHP

Kapolri mengungkapkan, Polri kini bekerja sama dengan berbagai universitas, termasuk Universitas Sriwijaya, dalam mengolah tanaman eceng gondok menjadi pupuk organik. Pupuk ini memiliki kandungan unsur hara tinggi dan biaya produksi jauh lebih hemat.

“Biaya produksi untuk 1 hektare lahan hanya sekitar Rp 773 ribu, atau 86 persen lebih murah dibanding pupuk kimia yang mencapai Rp 5,9 juta per hektare,” jelasnya.

Adsense

Polri juga menjalankan Program Polriran (Polisi Peduli Pengangguran) yang diinisiasi Polda Banten. Dalam program ini, sampah organik seperti sisa sayuran, buah, daun kering, hingga limbah dapur diolah menjadi eco-enzyme dan pupuk kompos.

Selain itu, Polri membudidayakan kelinci di Bangka Belitung, di mana kotorannya dimanfaatkan sebagai pupuk organik ramah lingkungan.

Baca juga : Syngenta–Pemerintah Kolaborasi, Petani Subang Sukses Panen 10 Ton Per Hektar

Bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat, Polri mengembangkan metode pengolahan lahan basah ber-pH rendah menjadi lahan produktif menggunakan batu asal Korea. Hasilnya, lahan seluas 5 hektare di Kalimantan Selatan berhasil dipanen empat kali dengan produktivitas rata-rata 8 ton per hektare.

Untuk mendukung sistem irigasi, Polri memanfaatkan teknologi Solar Water Pump bertenaga surya berkapasitas 5.680 watt. Teknologi ini memungkinkan distribusi air yang efisien dan ramah lingkungan.

Selain itu, Polri juga menggunakan teknologi Watergen, yang mampu menghasilkan 100–350 liter air bersih per hari dari kelembapan udara — solusi inovatif untuk daerah pertanian kering.

Sebagai bagian dari dukungan dari hulu hingga hilir, Polri telah menyelesaikan pembangunan 18 unit gudang ketahanan pangan di 12 provinsi dengan total kapasitas 18.000 ton.

Baca juga : Polri Gelar Gerakan Pangan Murah, Salurkan 1.386 Ton Beras SPHP

“Pembangunan gudang ketahanan pangan Polri yang di-groundbreaking oleh Presiden pada 5 Juni 2025 di Bengkayang kini telah rampung 100 persen. Sebagai langkah awal, gudang di Jawa Barat akan diisi 100 ton jagung hasil panen, disusul gudang lainnya,” tutup Sigit.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense