Dark/Light Mode

Syngenta–Pemerintah Kolaborasi, Petani Subang Sukses Panen 10 Ton Per Hektar

Minggu, 5 Oktober 2025 17:48 WIB
Perwakilan Syngenta Indonesia dan Kementerian PPN/Bappenas bersama petani Komunitas 10 Ton memanen padi di Subang, Jawa Barat, Sabtu (4/10/2025). Kolaborasi ini berhasil mencetak hasil panen hingga 10 ton per hektar, dua kali lipat dari rata-rata nasional. (Foto: Syngenta)
Perwakilan Syngenta Indonesia dan Kementerian PPN/Bappenas bersama petani Komunitas 10 Ton memanen padi di Subang, Jawa Barat, Sabtu (4/10/2025). Kolaborasi ini berhasil mencetak hasil panen hingga 10 ton per hektar, dua kali lipat dari rata-rata nasional. (Foto: Syngenta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kolaborasi antara pemerintah dan Syngenta Indonesia berbuah manis. Para petani di Kabupaten Subang, Jawa Barat, berhasil mencetak hasil panen hingga 10 ton padi per hektar, dua kali lipat dari rata-rata nasional.

Pencapaian itu dipamerkan dalam Festival Panen Raya Komunitas 10 Ton, yang digelar di Lapangan Stadion Perjuangan, Compreng, Subang, Jawa Barat, Sabtu (4/10/2025). Festival ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi multipihak, pemerintah, swasta, dan petani, bisa membawa pertanian Indonesia makin mandiri.

Kegiatan bertema “Sinergi untuk Indonesia Maju: Memberdayakan Petani, Menguatkan Ekonomi, dan Menjaga Keberlanjutan Pertanian” ini dihadiri perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar, Bupati Subang, DPR, Bulog, KTNA, hingga 500 petani dari berbagai kecamatan.

“Untuk mencapai swasembada pangan, kolaborasi adalah kuncinya. Petani, swasta, dan pemerintah harus jalan bareng,” ujar Frans B.M. Dabukke, Tenaga Ahli Menteri PPN/Bappenas, mewakili Menteri Rachmat Pambudy.

Baca juga : DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Perusahaan Biang Radioaktif

Komunitas 10 Ton sendiri beranggotakan 20 petani dengan lahan 1,5 hektar. Mereka berhasil mengerek hasil panen berkat penerapan teknologi pertanian modern, pendampingan intensif, dan praktik budidaya berkelanjutan.

Keberadaan Komunitas 10 Ton memberikan harapan bagi Kabupaten Subang yang sedang berupaya meningkatkan produksi beras. Pada tahun 2025, produksi gabah kering Subang mencapai 1 juta ton, meningkat dari 900 ribu ton tahun sebelumnya.

Diharapkan dengan semakin banyaknya petani yang bergabung dalam Komunitas 10 Ton akan dapat membantu mendongkrak hasil panen di Kabupaten Subang secara keseluruhan. 

Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto mengatakan, Program Komunitas 10 Ton merupakan bukti nyata komitmen Syngenta dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan petani dan penerapan teknologi pertanian modern.

Baca juga : PGE Dan Toyota Kolaborasi Kembangkan Green Hydrogen

“Program Komunitas 10 Ton jadi bukti nyata komitmen Syngenta mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Eryanto. “Kami ingin inisiatif ini jadi model pertanian berkelanjutan yang bisa direplikasi di daerah lain," imbuhnya. 

Dalam festival itu, Syngenta juga meluncurkan buku panduan “Raih Hasil Optimal Budidaya Padi” yang berisi pengalaman lapangan dan praktik terbaik petani. Buku ini bisa diakses gratis oleh masyarakat untuk membantu petani mencapai produktivitas tinggi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi beras nasional Januari–November 2025 naik 12,62 persen menjadi 33,19 juta ton. Kenaikan ini sejalan dengan tren global yang dipantau USDA dan FAO, yang memperkirakan produksi beras Indonesia akan menembus 35 juta ton.

Bupati Subang menyambut pencapaian itu dengan antusias. “Subang siap jadi lumbung beras Jawa Barat. Petani kami sudah membuktikan, dengan teknologi dan pendampingan yang tepat, hasil bisa berlipat,” katanya.

Baca juga : Kolaborasi Jadi Jurus Ampuh Sukseskan Program MBG

Festival Panen Raya ini menegaskan satu hal: kalau petani, swasta, dan pemerintah bisa jalan bareng, maka 10 ton per hektar bukan lagi mimpi, tapi standar baru pertanian Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.