RM.id Rakyat Merdeka - Pustaka Institute menggelar diskusi interaktif bertema Mengawal Langkah Strategis Pemerintahan dalam Pemerataan Ekonomi Nasional diselenggarakan di Kafe Jakarta Connection, Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Diskusi menghadirkan 3 narasumber lintas sektor, yaitu Puteri Khairunnisa (Ketua Umum DPP KNPI), Wawan Sugianto (Staf Wamenaker RI), dan Abdullah Mansuri (Ketua Umum IKAPPI).
Diskusi ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa, aktivis muda, dan perwakilan organisasi kepemudaan yang antusias membahas peran generasi muda dalam mewujudkan pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia.
Puteri Khairunnisa menegaskan, anak muda memiliki peran sentral sebagai penggerak perekonomian nasional. Dia menekankan pentingnya kaum intelektual muda untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga bagian dari sistem pembangunan ekonomi.
Baca juga : WIMA Indonesia Ingatkan Pentingnya Peran Perempuan Di Sektor Maritim
“Pemuda harus bisa mengadvokasi kebijakan pemerintah dan memberikan edukasi di masyarakat. Saatnya pemuda membangun UMKM, kembali ke daerah masing-masing, dan menjadi motor perubahan,” ujar Puteri.
Dia juga menyoroti, saat ini pemuda sering kali hanya dijadikan target pasar asing. Padahal sebenarnya memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi yang independen di negeri sendiri.
Sementara itu, Wawan Sugianto, Staf Wamenaker RI menyoroti program strategis Pemerintah yang dapat diakses pemuda untuk mendukung pemerataan ekonomi, seperti program magang kerja, pasar kerja nasional, dan koperasi merah putih.
“Pemerintah menyediakan 20.000 kuota magang bagi pemuda untuk mendapatkan pengalaman kerja. Anak muda berkontribusi besar dalam pemerataan ekonomi, tidak hanya di sektor formal, tetapi juga sektor informal dan pangan nasional,” jelasnya.
Baca juga : Sinergi BP BUMN Dan Danantara Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Wawan menambahkan, pemerataan ekonomi juga tidak terbatas pada wilayah dalam negeri, tetapi mencakup kontribusi tenaga kerja Indonesia dan mahasiswa yang beraktivitas di luar negeri.
Dalam kesempatan yang sama, Abdullah Mansuri, Ketua Umum IKAPPI menekankan pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah, termasuk pedagang kecil dan pelaku usaha mikro.
“Program MBG harus mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat agar manfaatnya menyebar luas dan ekonomi rakyat bisa tumbuh,” tegasnya.
Sesi diskusi diakhiri dengan tanya jawab interaktif. Rudi Bastian, Wakil BEM Fakultas Universitas Bung Karno, menanyakan arah kebijakan Pemerintah agar pemuda dengan latar belakang kampus non-elit tetap dapat mengakses peluang kerja.
Baca juga : Sekjen APO: Produktivitas Motor Penggerak Pertumbuhan Paling Berkesinambungan
Sedangkan Rizki Permatasari, Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri, menyoroti pentingnya perubahan mindset pemuda yang cenderung apatis terhadap isu pemerataan ekonomi nasional.
Diskusi ini cermin semangat kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sipil untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional yang inklusif dan berkeadilan.
Para narasumber sepakat, pemerataan ekonomi tidak bisa dicapai hanya melalui kebijakan dari atas, melainkan juga partisipasi aktif dari generasi muda sebagai penggerak perubahan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.