Dark/Light Mode

DPR: Shutdown AS Jadi Risiko sekaligus Peluang bagi Ekonomi Indonesia

Sabtu, 4 Oktober 2025 10:01 WIB
Foto: Fraksi Golkar DPR RI.
Foto: Fraksi Golkar DPR RI.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintahan Presiden AS Donald Trump resmi shutdown per 1 Oktober 2025. Ini terjadi karena Kongres gagal menyetujui anggaran belanja tepat waktu.

Lalu apa dampak shutdown pemerintah Amerika Serikat (AS) itu terhadap Indonesia?

"Menurut saya dampak shutdown pemerintahan AS belum terlalu jauh. Namun ini tergantung lamanya shutdown, ya ada positif dan negatifnya," kata Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Golkar Galih Kartasasmita dalam rilisnya, Jumat (3/10/2025).

Berhentinya operasional pemerintahan Negeri Paman Sam itu berdampak pada perundingan dagang Indonesia dengan AS.

Baca juga : Mulai 1 Oktober, Deklarasi Kedatangan Penumpang Wajib Via Aplikasi All Indonesia

"Untuk ekspor dan impor kita kan ada deal-deal yang kita negosiasikan terkait tarif engan shutdown AS ini tentu akan ada delapan atas negosiasi tersebut," ujarnya.

Namun demikian, ada hal positif dari shutdown AS tersebut. Menurut Galih, biasanya shutdown akan menghentikan market yang akan bereaksi terhadap mata uang dolar AS.

Mereka akan beralih ke mata uang negara lainnya yang lebih stabil, yang artinya mata uang Amerika mengalami penurunan.

"Maka kita harus melakukan penguatan terhadap rupiah, Maka pemerintah harus bisa menjalankan program-program penguatan rupiahnya. Termasuk dengan trade ke negara lain dan membaca lebih jeli keadaan global," tegasnya.

Baca juga : DPR Dorong Peran BNPT Antisipasi Kelompok Radikal Kiri di Indonesia

Selain itu, kata Galih, bisa juga membuka opsi-opsi baru untuk menggerakan trade Indonesia ke negara selain AS.

"Ini tentu tergantung shutdown AS yang dilakukan Rabu, masuk hari Kamis maka kita lihat saja ke depan," pungkasnya.

Sebagai informasi, tahun fiskal 2025 AS berakhir pada 30 September. Jika tidak ada kesepakatan yang diambil, maka pemerintah tidak punya dana legal untuk membiayai operasional.

Situs resmi Gedung Putih juga memajang waktu durasi pemerintah shutdown dengan tulisan "Democrats Have Shut Down the Government" atau "Partai Demokrat Telah Menutup Pemerintahan".

Baca juga : Shandong Huifa Foodstuff Buka Peluang Investasi Halal di Indonesia-China

Partai Republik dengan Partai Demokrat saling tuding dan menyalahkan atas penutupan operasional pemerintah.

Kebuntuan anggaran pemerintah AS terjadi setelah Partai Demokrat bersikeras agar subsidi layanan kesehatan diperpanjang di bawah UU Perawatan Terjangkau (Affordable Care Act/ACA).

Sedangkan Partai Republik menolak permintaan Demokrat karena ingin rancangan undang-undang tentang anggaran itu bersih tanpa tambahan persyaratan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.