RM.id Rakyat Merdeka - Partai pendukung pasangan Bupati Muhammad Fawait dan Wakil Bupati (Wabup) Jember Djoko Santoso di Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2024, mendorong keduanya memberikan klarifikasi kepada masyarakat. Pasalnya, polemik atau ketidakharmonisan hubungan Fawait dan Susanto, mendapat banyak sorotan dari masyarakat.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kabupaten Jember Abdussalam mengatakan, jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tak memiliki persoalan berarti di tengah ketidakharmonisan hubungan Fawait dan Santoso. Meski begitu, dia mendorong keduanya memberi klarifikasi kepada masyarakat atas persoalan yang terjadi.
“Seperti yang kita lihat, pemerintahan berjalan normal, pelayanan tetap jalan. Artinya, tidak ada yang menyalahi aturan,” ujar Salam-sapaan Abdussalam kepada wartawan, di Jember, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (11/10/2025).
Baca juga : Terbitkan SK Parpol Supercepat, Menteri Hukum Dipuji
Namun, lanjut dia, isu tentang ketidakharmonisan hubungan Bupati dan Wabub Jember, bukan sekadar menarik perhatian masyarakat. Menurut dia, isu tersebut sudah tersebar secara luas, bahkan menjadi perbincangan di tingkat tingkat nasional.
“Jujur, kami menyayangkan isu tersebut. Harusnya hal semacam ini tidak perlu dipermasalahkan. Sampai saat ini, kami belum tahu apa pokok permasalahannya. Kami butuh klarifikasi dari keduanya,” terang dia.
Sebagai partai pengusung, PAN mempunyai tanggung jawab besar khususnya kepada masyarakat untuk menyelesaikan persoalan itu. Sebab itu, pihaknya akan mencoba menginisiasi atau memberi usulan kepada semua partai pengusung pasangan Bupati dan Wabup Jember.
Baca juga : Ekonomi Tumbuh Investasi Menguat
“Selanjutnya, kami akan duduk bareng untuk membahas ini. Menurut saya, ini hal biasa dalam politik. Tapi, kami tidak ingin persoalan ini memberi dampak negatif ke masyarakat,” tegasnya.
Terpisah, Ketua Fraksi Partai NasDem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember David Handoko Seto mengungkapkan, memburuknya hubungan Fawait dan Susanto sudah terjadi sejak lama. Bahkan, keretakan itu sudah tampak sejak awal kampanye hingga pelaksanaan Pilkada.
David mengaku, sangat mengenal sosok Fawait dan Santoso, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Baca juga : BNI Perkuat Daya Saing Rupiah Di Pentas Global
“Pak Djoko (Santoso) itu mapan, wes nggak kurang opo tapi egonya tinggi. Wajar kalau beliau seperti itu, bersikap seolah-olah wakil bupati rasa bupati,” imbuhnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.