BREAKING NEWS
 

Respons Peluang Di Eropa, Menteri P2MI Siapkan Pelatihan Bahasa Dan Sertifikasi

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Selasa, 21 Oktober 2025 19:15 WIB
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin. Foto: BP2MI

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyambut positif arahan Presiden Prabowo Subianto soal terbukanya peluang kerja besar di Eropa. Kementerian P2MI akan segera menyusun roadmap penempatan, termasuk pelatihan bahasa dan sertifikasi, untuk mengisi kebutuhan welder (pengelas) hingga perawat.

Mukhtarudin menyebut ini adalah momentum emas bagi pemerintah untuk mempercepat program penempatan pekerja migran yang berkualitas.

"Presiden Prabowo telah membuka pintu lebar bagi rakyat Indonesia," beber Menteri P2MI Mukhtarudin kepada Wartawan, Selasa (21/10/2025).

Menurutnya, negara-negara Eropa saat ini sangat membutuhkan tenaga kerja asal Indonesia. Karakter WNI yang ramah, tabah, dan sopan menjadi alasan utama tingginya permintaan tersebut.

Selain di sektor hospitality dan food and beverage, Mukhtarudin menegaskan keahlian teknis sangat diminati. Mulai dari tenaga hospitality profesional, hingga skilled workers di bidang manufaktur dan infrastruktur.

Oleh karena itu, Kementerian P2MI akan bergerak cepat menyusun strategi. Pelatihan bahasa asing menjadi salah satu fokus utama untuk meningkatkan daya saing pekerja.

Baca juga : Mukhtarudin: Siapkan PMI dengan Pelatihan Bahasa & Keterampilan Khusus

"P2MI akan segera menyusun roadmap penempatan, termasuk pelatihan bahasa asing seperti Inggris, Arab, Mandarin, Jepang, dan Korea," ujar Mukhtarudin.

"Serta sertifikasi keterampilan khusus agar pekerja kita kompetitif secara global dan bekerja secara bermartabat serta terlindungi," sambungnya.

Pernyataan Menteri Mukhtarudin ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Dalam sidang itu, Prabowo mengungkap permintaan tenaga kerja datang langsung dari para pemimpin negara Eropa.

Adsense

"Kepala-kepala negara, pemerintahan dari Eropa nanya ke saya, 'can you send?' (pekerja asal Indonesia)," kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan, hotel dan restoran di negara-negara tersebut kini kewalahan karena kekurangan tenaga kerja.

Baca juga : Energi Merata, Rakyat Berdaya: Capaian Setahun Bahlil Lahadalia

"Hotel-hotel mereka sekarang tidak ada yang kerja, restoran-restoran mereka kewalahan, rakyat mereka enggak mau bekerja sebagai pelayan," jelas Prabowo.

Kekurangan tenaga kerja juga melanda sektor industri. "Mereka butuh welder, mekanik, dan tenaga terampil lain yang sulit didapat secara lokal," imbuhnya.

Presiden secara khusus menyoroti peluang di sektor kesehatan, terutama sebagai perawat dan caregiver untuk merawat lansia.

Ia mengakui pekerjaan itu berat karena berhadapan dengan orang sakit, bakteri, dan virus. Begitu pula pekerjaan welder di galangan kapal yang panas dan berisiko tinggi.

"Tapi rakyat kita terkenal tabah dan sopan. Mereka minta, jadi kita harus siapkan," tegas Presiden.

Mukhtarudin pun menegaskan, meski peluang ekspor tenaga kerja ini menjanjikan, penciptaan lapangan kerja domestik tetap menjadi prioritas utama.

Baca juga : Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Tingkatkan Pemerataan Kesejahteraan Rakyat

"Kita sadar, kebutuhan dalam negeri juga besar. Namun, ini bisa jadi solusi pengurangan pengangguran sekaligus peningkatan remitansi," tuturnya.

Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan untuk program bahasa, Kementerian Kesehatan untuk sertifikasi caregiver, serta Kemenaker dan lembaga vokasi untuk pelatihan welder dan hospitality. 

Targetnya, ribuan pekerja terlatih dari berbagai sektor siap diberangkatkan dalam waktu dekat. Pemerintahan Kabinet Merah Putih, lanjut Mukhtarudin, berkomitmen memberikan perlindungan penuh, termasuk asuransi, kontrak kerja yang adil, dan standar keselamatan kerja internasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense