BREAKING NEWS
 

Siswa Sekolah Rakyat Sampaikan Kegembiraan

Dulu, Makan Cuma Sekali, Sekarang Sehari Tiga Kali

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Minggu, 26 Oktober 2025 07:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima sepucuk surat dari seorang siswa Sekolah Rakyat, Jumat (24/10/2025). Surat yang menyentuh hati tersebut ditulis tangan oleh Muhammad Daffa Raasyid, seorang siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama II Bandung Barat. (Foto: Biro Pers)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan hasil nyata. Di berbagai daerah, anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem kini punya kesempatan menempuh pendidikan yang layak. Lewat Sekolah Rakyat, kini anak-anak miskin jadi berani bermimpi. 

Fakta ini diungkap langsung Rifki Nurwan Aziz, seorang guru muda di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat. Jebolan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yang sempat menempuh studi di Australia, rela pulang ke Tanah Air demi menjadi guru di Sekolah Rakyat. 

Rifki Nurwan Aziz, seorang guru muda di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Foto: Istimewa)

Alasannya, program dari Presiden Prabowo ini punya tujuan besar, memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan. "Saya ingin jadi bagian dari perjuangan itu, memberi mo tivasi agar anak-anak percaya diri dan berani bermimpi,” ujarnya, Sabtu (25/10/2025). 

Selama lebih dari tiga bulan menga jar, Rifki menyaksikan perubahan besar pada siswanya. Mayoritas muridnya berasal dari keluarga pemulung di kawasan Bantar Gebang, Bekasi. 

“Dulu mereka pemalu dan minder. Sekarang mereka berani tampil, bahkan ikut paduan suara dan olahraga silat,” tutur Rifki bangga. 

Baca juga : Kasih Contoh Soal Coretax, Purbaya: Indonesia Sering Dikibuli Asing

Menurut Rifki, perubahan itu bukti bahwa Sekolah Rakyat tepat sasaran. Program ini bukan sekadar menyediakan pendidikan gratis, tapi juga menumbuhkan harga diri dan semangat baru bagi anak-anak dari keluarga tak mampu. 

“Anak-anak ini belajar bukan cuma pelajaran umum, tapi juga belajar bersyukur dan berani bermimpi. Karena kemiskinan bukan alasan untuk berhenti berharap,” tegasnya. 

Salah satu murid Rifki, Alfia Rahma (15), adalah bukti nyata perubahan itu. Putri pemulung asal Sumur Batu, Bantar Gebang itu, kini tinggal di asrama SRMA 13 Bekasi. 

Alfia Rahma (15). (Foto: Istimewa)

“Kalau di rumah, makan cuma dua kali sehari, itu pun sedikit. Di sini bisa makan cukup dan belajar nyaman,” kata Alfi polos. 

Ia bercita-cita menjadi polisi wanita (Polwan) agar bisa membanggakan orang tuanya. “Saya mau jadi Polwan pertama di keluarga saya,” ucapnya mantap. 

Baca juga : Diusulkan Jadi Pahlawan, Soeharto Masih Pro-Kontra

Ayahnya, Rahmat, mengaku haru. 

Alhamdulillah, saya merasa dipedulikan pemerintah. Sekolah Rakyat membantu anak-anak kami agar tidak mewarisi nasib orang tuanya,” ujarnya. 

Kisah serupa datang dari Jumaroh (15), teman sekelas Alfi. Anak pemulung ini nyaris putus sekolah karena tak mampu bayar SPP. 

Jumaroh (15). (Foto: Foto: Istimewa)
Adsense

“Aku dulu makan cuma sekali, kadang dua kali. Sekarang bisa tiga kali sehari dan belajar di tempat yang besar dan lengkap,” ujarnya tersenyum. 

Jumaroh kini punya dua cita-cita: menjadi atlet pencak silat dan ilmuwan biologi. 

Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Bahasa Asing Jadi Sebuah Kebutuhan

“Orang tua aku pengin aku jadi anak pertama di keluarga yang kuliah tinggi,” tambahnya. 

Sang ayah, Subur (63), tak kuasa menahan air mata. "Dulu saya pikir pendidikan anak paling mentok SMA. Tapi sekarang dia bisa mimpi tinggi. Terima kasih Pak Prabowo,” ucapnya penuh syukur. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense