RM.id Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira), Sudarto mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto yang merestui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama. Pesantren berhak mendapatkan perlakuan yang sama, sebagai lembaga pendidikan, di Tanah Air.
“Tentu ini (pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren) hal yang membanggakan bagi kalangan santri. Kami sangat menyambut baik,” ujar Sudarto kepada Rakyat Merdeka, Minggu (26/10/2025).
Sudarto berharap, kehadiran Ditjen Pesantren dapat segera memenuhi berbagai kebutuhan para santri. Apalagi, kata dia, berdasarkan data Kementerian Agama, terdapat 42.369 pesantren yang tersebar di seluruh Nusantara dengan jutaan santri. “Mereka perlu mendapat perhatian yang sama dengan lembaga pendidikan lainnya di Tanah Air,” tandasnya.
Menurut Sudarto, kehadiran Ditjen Pesantren dapat memenuhi kebutuhan para santri untuk belajar dan berdakwah dengan baik. Pesantren pun, kata dia, melahirkan santri berkualitas, yang mampu meningkatkan sumber daya manusia guna menunjang visi Indonesia Emas 2045.
“Pesantren akan didukung agar lebih maksimal dalam menjalankan perannya sebagai pusat pemberdayaan sosial, ekonomi, dan kemandirian umat,” ujarnya.
Baca juga : Indonesia Di Tengah Badai Dunia
Secara teknis, lanjut Sudarto, Ditjen Pesantren dapat lebih fokus pada aspek-aspek khas kepesantrenan yang tidak hanya mencakup pendidikan formal, tetapi juga dimensi keagamaan dan sosial lainnya.
“Misalnya, bantuan untuk keselamatan bangunan pesantren dan fasilitas lainnya, serta pendampingan yang lebih terarah bagi para santri,” sebutnya.
Selain itu, kata Sudarto, kehadiran Ditjen Pesantren juga diharapkan dapat bersinergi dengan berbagai program sosial Pemerintah, seperti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Makan Bergizi Gratis (MBG), agar manfaatnya dapat dirasakan langsung dan tepat sasaran oleh jutaan santri.
“Tentu kita ingin santri tumbuh sehat, kuat, dan bersemangat dalam menuntut ilmu serta berkontribusi bagi bangsa,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto merestui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama. Presiden menyampaikan keputusannya itu saat pidato pada acara Malam Bakti Santri untuk Negeri di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Baca juga : Di Era Pemerintahan Prabowo, Kinerja Sektor Energi Melesat
Presiden menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah untuk memperkuat ekosistem pendidikan pesantren sebagai pilar penting pembangunan nasional. Termasuk, prioritas strategis Pemerintah untuk semakin memperhatikan, melindungi, memperkuat, dan meningkatkan kesejahteraan pondok pesantren.
“Hari Santri adalah momentum untuk mengenang semangat juang para santri yang berlandaskan ilmu, iman, takwa, dan cinta Tanah Air dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.
Dalam momen yang menjadi rangkaian akhir peringatan Hari Santri 2025 tersebut, Presiden Prabowo juga menyinggung Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang digelorakan KH Hasyim Asy’ari sebagai tonggak sejarah penting.
“Saya percaya, santri hari ini bukan hanya penjaga moral bangsa, tetapi juga pelopor kemajuan yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing,” kata Prabowo.
Pada acara yang sama, Menteri Agama (Menag), Prof Nasaruddin Umar menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas perhatiannya terhadap dunia pesantren. Dia mengatakan, bawah kepemimpinan Prabowo, berbagai program yang menyentuh kepentingan pesantren terus mendapatkan penguatan.
Baca juga : Hore, DKI Tambah 100 Sekolah Swasta Gratis
“Termasuk persetujuan pembentukan Ditjen Pesantren di Kemenag,” bebernya.
Nasaruddin menegaskan, pembentukan Ditjen Pesantren merupakan amanah besar. Amanah ini, kata dia, diharapkan semakin memperkuat tata kelola dan pelayanan Pemerintah terhadap pesantren di seluruh Indonesia.
“Kami berkomitmen, dengan terbentuknya Direktorat Jenderal Pesantren, layanan negara bagi pesantren akan semakin cepat, tepat, dan berdampak,” tandasnya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.