Sebelumnya
Berdasarkan penghitungan sementara, kerugian negara dalam perkara ini mencapai lebih dari Rp 1 triliun. Kerugian itu timbul akibat perubahan jumlah kuota haji reguler menjadi khusus.
Pengembalian duit korupsi perkara ini nyaris tembus Rp 100 miliar. Uang tersebut dikembalikan oleh sejumlah pihak Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dan asosiasi travel.
Budi mengungkapkan, uanguang yang disita dalam kasus itu, ada yang dikumpulkan PIHK melalui asosiasi dan diserahkan ke KPK, ada pula yang langsung dikembalikan saat pemeriksaan berlangsung.
Baca juga : AC Milan Vs AS Roma, Adu Mekanik Baru
Menurut Budi, penyidik kini menelusuri lebih jauh praktik pengelolaan kuota haji khusus dari tambahan 20 ribu jemaah pada tahun lalu.
“Termasuk bagaimana asosiasi mendistribusikan kuota kepada PIHK, dan bagaimana biro travel memberikan sejumlah uang atau kutipan kepada oknum-oknum di Kementerian Agama,” ungkap Budi di KPK, Senin (6/10/2025).
Dia menyebut, dalam sistem pengelolaan haji, setiap kuota memiliki “user” untuk mengakses aplikasi pembayaran dan pemesanan fasilitas di Arab Saudi.
Baca juga : 2026 Pakai Motor Baru, Alex Marquez Targetkan Juara
Dari penjelasan saksi, kata Budi, user-user itu dikelola oleh asosiasi. Untuk itu KPK akan mendalami mekanisme penginputan kebutuhan penyelenggaraan ibadah haji oleh asosiasi atau biro travel. Sebab, distribusi kuota haji khusus itu sangat bervariasi.
“Ada biro yang mendapat banyak, ada pula yang sedikit. Termasuk praktik jual-belinya,” kata dia.
Beberapa biro bahkan belum punya izin resmi, tapi tetap bisa memberangkatkan jamaah dengan membeli kuota dari biro lain yang terdaftar. Dari sinilah penyidik menelusuri sumber uang yang mengalir.
Baca juga : Yakin, Bisa Dapat Tarif 0 Persen Untuk Komoditas Tertentu
Menurut Budi, ada berbagai modus yang terendus, mulai dari uang “percepatan” hingga setoran ke oknum pejabat. Selain itu, KPK sedang menelusuri proses pengambilan keputusan di Kemenag. “Apakah murni dari atas, usulan bawah, atau campuran keduanya,” ujarnya.
Dia mengimbau semua pihak yang dipanggil agar kooperatif supaya penyidikan segera tuntas. Selain itu dia mengatakan bahwa penyitaan ini bukan semata soal angka, tapi juga bagian dari upaya pemulihan kerugian negara.
“Harapannya perkara ini tidak berhenti di angka, tapi juga memulihkan keuangan negara,” tandasnya. [YUD]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.