BREAKING NEWS
 

BNPT Kumpulkan Ribuan Pelajar, Lawan Intoleransi dan Bullying

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Senin, 17 November 2025 23:34 WIB
Deklarasi Pelajar Damai yang diinisiasi BNPT (Foto: Dok. BNPT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Intoleransi, kekerasan, dan bullying menjadi momok menakutkan bagi dunia pendidikan Indonesia. Kemajuan era digital membuat tiga ancaman itu semakin berbahaya bagi generasi masa depan. Kasus peledakan bom di SMAN 72 Jakarta menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi dapat membuat seseorang terpapar paham kekerasan yang merusak pola pikir.

Hal itu membuat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus bergerak melakukan langkah pencegahan. Salah satunya lewat “Deklarasi Pelajar Damai” yang digelar serentak di sekolah-sekolah pada lima lokasi Desa Siap Siaga BNPT: Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan Upacara Bendera rutin, Senin (17/11/2025).

“Deklarasi Pelajar Damai” yang diikuti ribuan siswa ini menegaskan komitmen bersama mewujudkan lingkungan pendidikan bebas intoleransi, kekerasan, dan bullying. Suasana khidmat mewarnai kegiatan yang menegaskan kembali peran sekolah sebagai ruang pembentukan karakter dan akhlak, bukan sekadar tempat menimba ilmu.

Di Kabupaten Pandeglang, Banten, deklarasi digelar di Kecamatan Menes, diikuti 16 SMA/SMK/SMP. Camat Menes Usep Sudarmana, Danramil Menes Lettu Inf Ibna Suhar, Kapolsek Menes Kompol beserta jajaran Babinsa dan Bhabinkamtibmas dikerahkan sebagai pembina upacara.

Di Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, deklarasi digelar di 9 SMA/SMK; di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, di 18 SMA/SMK; di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, di 15 SMA/SMK; dan di Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, di 6 SMA/SMK.

Di SMAN 4 Pandeglang, upacara diikuti sekitar 1.300 pelajar. Bertindak sebagai pembina upacara, Danramil Menes Lettu Inf Ibna Suhar membacakan amanat dari BNPT. Ia mengajak para pelajar merenungkan kembali bahwa keberagaman adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan sekolah.

Baca juga : Kebutuhan Aluminium Melonjak, Inalum Kebut Hilirisasi Bauksit

Perbedaan latar belakang, agama, penampilan, hingga kondisi keluarga sering menjadi alasan munculnya tindakan merendahkan atau mengejek teman sebaya. Padahal, bentuk sekecil apa pun dari ejekan, pengucilan, atau merendahkan adalah tindakan bullying yang harus dihentikan.

“Kekerasan tidak hanya soal fisik. Kata-kata, tatapan meremehkan, dan menjauhkan seseorang dari pergaulan juga bentuk kekerasan yang menyakiti,” ujarnya.

Selain bullying, pelajar juga diberi pemahaman mengenai bahaya sikap intoleran—merasa paling benar dan menolak perbedaan. Para pembina menekankan bahwa nilai kebangsaan Indonesia dibangun di atas keberagaman sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Karena itu, intoleransi di lingkungan pendidikan dinilai dapat mengancam harmoni sosial.

Kepala SMAN 4 Pandeglang, Dewi Asiah, menyambut baik deklarasi yang digagas BNPT. Ia menegaskan sekolah akan menerapkan pembacaan deklarasi tersebut dalam setiap upacara rutin.

Adsense

Deklarasi Damai ini langkah positif. Kami akan menyampaikan setiap upacara agar tertanam dalam pikiran siswa,” katanya.

Ia berharap deklarasi ini tidak sekadar seremonial, tetapi benar-benar dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Pengucapan Deklarasi Damai harus menjadi nilai yang dihayati, bukan sekadar kata-kata. Harapannya, siswa mampu menerapkannya dalam sikap dan perilaku mereka,” tutur Dewi.

Baca juga : PT HIM Salurkan Bantuan untuk Masyarakat di Kawasan Industri Purwakarta

Karena itu, Dewi menegaskan penguatan disiplin, pengawasan pembelajaran, dan pencegahan bullying menjadi prioritas sekolah menyusul insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta. Ia mengingatkan sekolah harus semakin waspada terhadap aktivitas siswa, terutama terkait penggunaan gawai tanpa pengawasan.

Camat Menes Usep Sudarmana, yang menjadi pembina upacara di SMA Wali Songo Menes, mengatakan deklarasi sangat penting agar para pelajar memahami bahaya intoleransi, radikalisme, dan bullying. Dengan begitu, mereka diharapkan mampu menghindari tiga hal tersebut di sekolah maupun di masyarakat.

“Deklarasi sangat tepat untuk menunjang program Desa Siap Siaga di Kecamatan Menes ini. Semua unsur pimpinan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) diterjunkan ke seluruh sekolah. Kami bagi tugas: Pak Kapolsek dengan anggotanya, Pak Danramil dengan anggotanya, dan Camat juga dengan anggotanya,” terang Usep.

Ia berharap deklarasi ini mengingatkan pelajar bahwa intoleransi, kekerasan, dan bullying adalah perbuatan tercela dan tidak sesuai dengan nilai bangsa.

“Mudah-mudahan dengan deklarasi ini kita semua komitmen—pemerintah, masyarakat, pelajar—untuk melawan bullying, intoleransi, dan kekerasan,” tegasnya.

Deklarasi “Pelajar Damai” menekankan tiga komitmen utama: mewujudkan sekolah sebagai ruang aman dan damai tanpa rasa takut dan diskriminasi; menumbuhkan budaya saling menghargai termasuk keberanian menolong teman yang menjadi korban intimidasi; dan menjadi agen perdamaian yang menyebarkan kebaikan, empati, serta saling melindungi.

Baca juga : GDPS Siapkan SDM Unggul Untuk Bandara Internasional Bali Utara

Para pelajar diajak menciptakan lingkungan positif. Ketika melihat teman berbeda, mereka diminta merangkul, bukan menjauhi. Ketika melihat teman disakiti, mereka didorong untuk tidak berdiam diri dan mencari bantuan pihak berwenang.

“Kekuatan pelajar bukan pada otot, tetapi pada hati yang memahami, menghargai, dan melindungi sesama,” tegas salah satu penyelenggara.

Melalui deklarasi ini, sekolah diharapkan menjadi tempat lahirnya generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan berjiwa toleran. Para siswa menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan “Sekolah Damai” sebagai langkah nyata menciptakan lingkungan pendidikan inklusif dan aman. Kegiatan ditutup dengan pembacaan deklarasi bersama dan komitmen menjaga sekolah sebagai ruang belajar bebas intimidasi dan kekerasan dalam bentuk apa pun.

Dengan semangat itu, para pelajar berharap dapat menjadi bagian dari perubahan menuju Indonesia yang lebih damai dan beradab.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense