Dark/Light Mode

Kebutuhan Aluminium Melonjak, Inalum Kebut Hilirisasi Bauksit

Sabtu, 15 November 2025 09:22 WIB
Foto: Forwin
Foto: Forwin

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menegaskan komitmen mempercepat hilirisasi bauksit menjadi alumina dan aluminium guna memenuhi kebutuhan nasional yang diproyeksikan melonjak hingga 600 persen dalam tiga dekade mendatang. Peningkatan konsumsi aluminium dipicu transformasi besar pada industri kendaraan listrik (EV) dan ekspansi energi baru terbarukan.

Direktur Pengembangan Usaha Inalum Arif Haendra menyampaikan bahwa Indonesia berada dalam momentum penting untuk membangun industri aluminium yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Saat ini kebutuhan aluminium nasional masih bergantung pada impor sebesar 54 persen, sementara kontribusi Inalum baru mencapai 46 persen.

“Konsumsi aluminium nasional akan meningkat sangat pesat, terutama untuk kebutuhan baterai kendaraan listrik dan pembangunan pembangkit energi surya. Satu battery pack EV menggunakan sekitar 18 persen aluminium dan pembangunan pembangkit surya membutuhkan 21 ton aluminium per 1 MW,” kata Arif pada Gathering Forum Wartawan Industri (Forwin) di Sentul, Bogor, Jumat (14/11).

Baca juga : MIND ID Perkuat Komitmen Transisi Energi Lewat Hilirisasi Bauksit

Arif menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan tersebut membuat percepatan pembangunan fasilitas Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) dan smelter baru menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan bahan baku nasional. Proses industri aluminium yang membutuhkan 6 ton bauksit untuk menghasilkan 2 ton alumina dan kemudian diproses menjadi 1 ton aluminium menjadikan integrasi rantai produksi sebagai syarat utama daya saing.

Inalum saat ini mengoperasikan smelter aluminium primer berkapasitas 275 ribu ton per tahun, smelter sekunder 30 ribu ton, serta pembangkit listrik tenaga air sebesar 603 MW. Dalam lima tahun mendatang, perusahaan menargetkan kapasitas produksi aluminium meningkat hingga 900 ribu ton per tahun dan produksi alumina mencapai 2 juta ton pada 2029.

Rencana ekspansi tersebut mencakup pembangunan Potline-4 dengan kapasitas awal 100 ribu ton dan opsi peningkatan hingga 200 ribu ton, serta revitalisasi fasilitas lama yang akan menambah kapasitas sekitar 45 ribu ton.

Baca juga : Perkuat Ekonomi, Sagolicious Genjot Hilirisasi Sagu

“Ekspansi ini bukan sekadar peningkatan volume, tetapi pembangunan fondasi bagi kawasan industri aluminium yang terintegrasi, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujar Arif.

Inalum memiliki rantai pasok aluminium yang lengkap, mulai dari smelter primer dan sekunder, distribusi alumina, hingga penyaluran aluminium ke gudang Jakarta dan Surabaya serta pasar ekspor. Portofolio usaha perusahaan diperkuat oleh kepemilikan saham di sejumlah entitas strategis seperti PT Borneo Alumina Indonesia, PT Indonesia Aluminium Alloy, PT Sinergi Mitra Lestari Indonesia, dan PT Industri Baterai Indonesia.

Arif menambahkan bahwa hilirisasi aluminium membutuhkan dukungan lintas kementerian, terutama terkait pasokan energi, lingkungan, pembiayaan, dan regulasi. Ia menyebut percepatan proyek SGAR dan smelter baru memerlukan koordinasi erat dengan Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Kementerian ATR/BPN, serta Pemerintah Daerah Kalimantan Barat.

Baca juga : Menteri ESDM Dan Dirut Pertamina Tinjau Lapangan Sumur Rakyat Musi Banyuasin

“Industri aluminium adalah industri energi-intensif. Konsistensi pasokan listrik—lebih baik berbasis energi hijau—menjadi faktor penentu daya saing,” ujarnya.

Arif menegaskan bahwa Inalum berkomitmen menjadi perusahaan aluminium terpadu berkelas global yang ramah lingkungan, termasuk melalui peningkatan kompetensi SDM, operasional yang aman, serta pemberdayaan masyarakat melalui program CSR.

Dengan roadmap hilirisasi dan ekspansi yang tengah dijalankan, Inalum optimistis dapat menjadi motor utama percepatan industrialisasi aluminium serta mendukung agenda transisi energi dan penguatan rantai pasok nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.