RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo memuji langkah tegas Badan Narkotika Nasional (BNN) yang membongkar kampung-kampung rawan narkoba di wilayah Jakarta serta seluruh Indonesia dan memberantas jaringannya.
Keberanian BNN di bawah komando Komjen Suyudi Ario Seto menembus wilayah yang selama ini sulit dijangkau, seperti Kampung Bahari dan Kampung Ambon, adalah terobosan penting dalam pemberantasan narkotika. Penindakan itu menunjukkan perubahan signifikan dalam pola penegakan hukum.
"Keberanian BNN di bawah kepemimpinan Pak Suyudi untuk menembus, membongkar jaringan, dan menyapu bersih wilayah-wilayah yang selama ini dikenal sebagai kampung narkoba layak diapresiasi. Ini langkah besar yang tidak mudah dilakukan selama bertahun-tahun," tulis Rudianto dalam keterangannta, Sabtu (22/11/2025).
Selain itu, Rudianto juga menyoroti pentingnya pengetatan jalur distribusi narkoba yang masuk ke Jakarta. Ia menegaskan bahwa jalur udara masih menjadi salah satu potensi terbesar penyelundupan narkotika. Ini perlu diawasi lebih ketat.
Baca juga : Jangan Ada Lagi Korupsi Di Daerah
Legislator Partai NasDem itu meminta, kerja sama lebih kuat antara BNN, kepolisian, dan otoritas bandara untuk menutup ruang gerak sindikat. "Gencarkan penindakan terhadap kurir, jalur transportasi, dan sindikat pengedarnya," tegasnya.
Rudianto juga memberi perhatian khusus kepada tempat-tempat hiburan malam yang selama ini dianggap sebagai salah satu titik penyebaran narkoba. Pengawasan terhadap lokasi-lokasi tersebut perlu diperkuat berkala dan terpadu.
Rudianto menegaskan, pemberantasan narkoba butuh kombinasi antara ketegasan, pengawasan ketat, dan pendekatan yang tidak mengkriminalisasi korban penyalahgunaan narkotika. "Fokusnya harus pada sindikat dan jalurnya. Kalau ditutup, penyebaran narkoba bisa ditekan signifikan," dukungnya.
Diketahui, belum lama ini BNN membongkar peredaran narkoba jenis sabu jaringan antarprovinsi Sumatera Barat (Sumbar)-Banten. Total 8 kilogram sabu disita.
Baca juga : Inovasi Ikan Asin, Sinergi Kampus Dan Masyarakat Pesisir Di Pesisir Kertajaya
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat soal pengiriman narkoba dari Sumatera menuju Banten. Tim Pemberantasan & Intelijen BNNP Banten bersama Bea Cukai Merak dan BIN Banten lalu melakukan penyelidikan.
Tim menangkap seorang tersangka ke kantor BNNP untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari tangannya, disita 4 bungkus narkotika jenis sabu dengan berat 4 kilogram.
Tidak berhenti di situ, kata Suyudi, Tim Pemberantasan & Intelijen BNNP Banten bersama Bea Cukai Merak dan BIN Banten terus menyelidiki peredaran narkoba jaringan antar provinsi ini. Tim berhasil menangkap satu orang lagi terkait jaringan ini.
Sebelumnya, BNN bersama aparat penegak hukum lainnya menggelar operasi penindakan narkoba di seluruh Indonesia pada 5-7 November. Kampung Bahari di Jakarta menjadi salah satu target operasi.
Baca juga : Perluas Jangkauan Pasar, MODENA Buka Home Center di Yogyakarta
Pada hari pertama penindakan di Kampung Bahari, tim gabungan berhasil mengamankan 18 orang. BNN mengamankan sabu seberat 159,17 gram, ganja seberat 38,84 gram, dan ekstasi sebanyak 52 butir. Ada juga barang bukti lainnya berupa empat timbangan digital, 16 bong atau alat isap, satu sepeda motor, dan uang tunai Rp 7,6 juta.
BNN kembali menggerebek Kampung Bahari dua hari kemudian. Hasilnya, BNN menangkap sembilan orang. Barang bukti narkoba yang diamankan antara lain sabu seberat 89.159,42 gram (89 kg), ganja seberat 91,53 gram, dan ekstasi seberat 159 butir.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.