Dark/Light Mode

Inovasi Ikan Asin, Sinergi Kampus Dan Masyarakat Pesisir Di Pesisir Kertajaya

Rabu, 12 November 2025 08:24 WIB
Program Hibah Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM Tahun 2025 fokus pada peningkatan mutu hingga daya saing produk ikan asin di pesisir Kertajaya. (Foto: Dok. Universitas Pembangunan Jaya/UPJ)
Program Hibah Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM Tahun 2025 fokus pada peningkatan mutu hingga daya saing produk ikan asin di pesisir Kertajaya. (Foto: Dok. Universitas Pembangunan Jaya/UPJ)

RM.id  Rakyat Merdeka - Desa Kertajaya di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, menjadi contoh nyata kolaborasi efektif antara dunia akademik dan masyarakat pesisir.

Melalui Program Hibah Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Tahun 2025 yang diberikan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Kegiatan ini berfokus pada peningkatan mutu, nilai tambah, dan daya saing produk ikan asin, komoditas utama masyarakat pesisir Kertajaya.

Program ini dibimbing oleh Dr. Ronald Maraden Parlindungan Silalahi, Hari Ranudinata, Ph.D., dan Desi Dwi Kristanto, M.Ds. dari Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), serta melibatkan dua mitra lokal, yaitu Kelompok Nelayan Mekan Indah dan Karang Taruna Desa Kertajaya.

Baca juga : Dua Hari Pelaksanaan TKA, Ini Kata Guru dan Peserta

Kolaborasi ini menggabungkan pendekatan ilmiah, teknologi tepat guna, dan kearifan lokal untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Salah satu tantangan utama masyarakat pesisir adalah ketergantungan produksi ikan asin pada cuaca. Saat musim hujan, pengeringan menjadi lambat dan menurunkan hasil produksi.

Untuk menjawab tantangan itu, tim memperkenalkan teknologi rumah pengering dan penyimpanan sederhana agar produksi tetap stabil sepanjang tahun.

Warga juga mendapat pelatihan tentang pengemasan modern, peningkatan kualitas produk, serta strategi pemasaran digital lewat media sosial dan platform e-commerce.

Program ini tidak hanya meningkatkan ekonomi lokal tetapi juga menumbuhkan kesadaran keberlanjutan lingkungan.

Baca juga : Inovasi Keuangan Berkelanjutan PNM Raih Apresiasi Berharga

Generasi muda melalui Karang Taruna Desa Kertajaya ikut berperan penting dalam inovasi desa. Mereka merancang kemasan baru dan identitas merek dengan nama “Along”, yang memperkuat citra Ikan Asin Kertajaya sebagai produk lokal berkualitas dan siap bersaing di pasar regional.

Ronald mengatakan, bahwa keterlibatan perguruan tinggi bukan hanya untuk memberikan solusi teknis, tetapi juga untuk menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat memiliki kemampuan mengelola sumber daya laut dengan lebih efisien dan mandiri. Melalui inovasi ini, mereka bisa mengurangi ketergantungan pada faktor alam dan meningkatkan nilai jual produk,” ujar Ronald dalam keterangannya, Rabu (12/11/2025). 

Ronald menambahkan, program ini juga memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Mereka terlibat langsung dalam riset lapangan, pelatihan produksi, hingga strategi branding produk.

Baca juga : PLN Hadirkan Energi Berdaulat, Ribuan Warga Indonesia Akhirnya Nikmati Terang

Pendekatan berbasis partisipasi ini mendorong terjadinya transfer pengetahuan antara kampus dan masyarakat.

Menurutnya, melalui sinergi antara akademisi, nelayan, dan pemuda desa, Kertajaya kini bergerak menuju desa pesisir mandiri dan berdaya saing tinggi.

"Inisiatif ini menjadi contoh konkret bagaimana universitas dapat berperan aktif dalam memperkuat ekonomi lokal melalui riset terapan, inovasi teknologi, dan pendampingan berkelanjutan," pungkas Ronald.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.