BREAKING NEWS
 

Hubungi Keluarga Di Aceh Tamiang, Di-WA Pekan Lalu Dibalas Kemarin

“Saya Kelaparan Dan Kehausan, Doain Bang...”

Reporter : M ADE AL KAUTSAR
Editor : SISWANTO
Rabu, 3 Desember 2025 08:00 WIB
Kondisi pemukiman yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (2/12/2025). (Foto: Antara Foto)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sepekan setelah banjir dahsyat melanda 3 provinsi di Pulau Sumatera, kondisi warga masih memprihatinkan. Di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, banyak warga yang belum terima bantuan. Rusaknya fasilitas publik seperti jalan utama, membuat wilayah ini terisolasi dan tidak terjamah bantuan makanan dari Pemerintah. 

“Saya kelaparan dan kehausan, tolong Bang,...” ungkap Irwan, warga Aceh Tamiang melalui pesan suara yang diterima Rakyat Merdeka, Selasa (2/12/2025). 

Irwan merupakan warga dari Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Saat banjir dahsyat melanda wilayahnya pada Selasa (25/11/2025), Irwan bersama ke luarganya berhasil selamat. Namun, harta benda dan rumahnya ludes terseret banjir. 

Nasib yang dialami Irwan tak jauh berbeda dengan warga lainnya. Banyak warga yang selamat, tapi tidak dengan harta bendanya. Rumah, kendaraan, sampai alat-alat rumah tangga, semua hilang. 

Rakyat Merdeka sudah coba menghubungi Irwan. Namun, panggilan telepon dan pesan WhatsApp (WA) sama sekali tidak terkirim. Butuh waktu satu pekan, barulah pesan itu berbalas. Itu pun melalui pesan suara. Matinya jaringan listrik dan internet, jadi pemicu Irwan sulit dihubung. 

Pria berusia 34 tahun ini menuturkan, kondisi di tempat tinggalnya sangat memprihatinkan. Fasilitas publik porak-poranda, infrastruktur rusak. Meski banjir sudah surut, warga tidak bisa bepergian. Jalanan masih tertutup lumpur tebal dan material sampah. 

Baca juga : Menhut Pilih Offline, Eks Menhut Podcast

“Keluarga Alhamdulillah semua selamat bang, cuma bangunan, kendaraan semuanya hancur bang,” ungkap Irwan. 

Hal yang paling dikhawatirkan saat ini, kata Irwan, kebutuhan untuk makan dan minum. Persediaan makanan sudah habis. Kebutuhan air bersih sulit didapat. Belum lagi, jaringan listrik dan internet yang tak kunjung menyala. 

“Enggak ada yang tersisa lagi bang. Kami di sini juga kelaparan dan kehausan, belum menerima bantuan. Mohon doa bang,” pintanya. 

Dalam beberapa hari terakhir, warga terpaksa bertahan hidup dengan memakan sisa makanan yang terseret arus banjir. “Kami ambil seperti Indomie yang sudah basah. Kami panasi, kami rebus, kami makan,” ucap dia. 

Tak hanya itu, mereka juga mengalami krisis air bersih, warga di sana pun terpaksa mengolah air banjir untuk bertahan hidup. 

Adsense

“Kami sangat kehausan, untuk bertahan hidup, kami harus ambil air minum dari banjir itu,” ungkapnya. 

Baca juga : Keluarga Besar BUMN Kirim Bantuan Tahap Awal Dan Lanjut Ke Aceh-Sumatera

Ia sangat berharap pemerintah dan semua pihak bisa segera mengakses wilayahnya untuk mengirimkan bantuan. Karena kondisi warga di lapangan sudah sangat mengerikan. “Kami sangat lapar dan kehausan. Di sini kehidupannya seperti kota zombie. Sangat mengerikan,” pungkasnya. 

Setelah percakapan itu, Irwan kembali hilang kontak. Hingga berita ini ditulis, pesan WhatsApp masih gagal terkirim. 

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi menuturkan, jalur lintas nasional yang menghubungkan wilayahnya dengan Kota Medan sudah dapat dilalui mulai Selasa (2/12/2025). Namun, jumlah kendaraan yang bisa melintas masih terbatas. 

“Iya benar. Alhamdulillah jalan nasional Aceh Tamiang-Sumut sudah normal dan sudah bisa dilewati truk besar,” kata Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi dalam keterangannya, Selasa (2/12/2025). 

Bupati berharap kembali berfungsinya jalur lintasan Aceh Tamiang-Sumut itu menjadi angin segar untuk kelancaran pendistribusian logistik. Meski jalur lintas sudah mulai berangsur normal, ia mengimbau kepada warga terutama pelintas agar tetap waspada. Karena saat ini hujan masih terus mengguyur di sejumlah titik di Kabupaten Aceh Tamiang. 

Kata Armia, jalur lintas Aceh Tamiang-Sumut, terutama di kawasan Seumadam sudah normal, dan tidak ada lagi titik longsor. Airnya juga sudah mulai surut, tetapi gundukan sisa tanah liat akibat longsor masih ada. 

Baca juga : Waspada Pengaruh Buruk Digital, Tunggu Anak Siap

Hal senada diungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Dia mengatakan, proses pembukaan jalur Medan, Sumatera Utara, menuju Aceh Tamiang terus dilakukan. 

Setelah dikerahkan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk membersihkan lumpur dan puing, akses jalan sudah bisa dilalui. Dia mengatakan jalur itu diharapkan bisa dilewati kendaraan pada Rabu (3/12/2025) pagi. 

“Targetnya, besok pagi atau Rabu (3/12), jalur tersebut sudah dapat dilalui secara 100%. Pekerjaan hari ini tinggal menyingkirkan beberapa material yang masih menumpuk di pinggir jalan,” kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Selasa (2/12/2025). 

BNPB juga telah mengirim tim pendampingan ke seluruh titik kabupaten/ kota yang terdampak dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Jarwansyah. Pendampingan ini meliputi pendistribusian logistik dan peralatan secara bertahap, baik melalui jalur laut dan udara, pemutakhiran data dan informasi, sistem komando dan hal lain yang dibutuhkan selama fase penanganan darurat. 

Dia menyampaikan, dengan terbukanya akses dari Medan menuju Aceh Tamiang, Langsa, hingga Lhokseumawe diharapkan bisa membawa dampak baik bagi masyarakat dan seluruh komponen yang bertugas di lapangan selama tanggap darurat. “Setelah akses mulai terbuka, maka distribusi bantuan logistik dan permakanan, pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi, serta pembersihan material dapat lebih mudah dilakukan secara maksimal dan menyeluruh,” katanya. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense