Sebelumnya
Ia menjelaskan, biaya pembangunan satu unit huntara sekitar Rp30 juta. Namun, penggunaan huntara bersifat sementara. “Kepala keluarga tinggal maksimal satu tahun,” ujarnya.
Prabowo menilai biaya pembangunan huntara relatif murah. Namun, ia berharap, hunian tersebut nantinya tidak hanya bersifat sementara.
Terkait kebutuhan lahan, Prabowo menginstruksikan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk mencabut sementara Hak Guna Usaha (HGU) beberapa perusahaan di wilayah terdampak. Ia menegaskan, kepentingan rakyat adalah prioritas tertinggi.
Baca juga : Gedung Terbakar 22 Orang Tewas
“Kalau perlu HGU-HGU bisa dicabut sementara, dikurangi. Ini kepentingan rakyat yang lebih penting,” tegasnya.
Selain itu, Prabowo juga telah menyetujui pemberian bantuan Rp 60 juta per rumah yang rusak akibat banjir bandang dan longsor. Hingga kini, terdapat 37.546 rumah warga di tiga provinsi yang mengalami kerusakan ringan hingga berat.
Sementara itu, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menyatakan, siap berkoordinasi dengan BNPB terkait penyediaan lahan untuk hunian penyintas bencana. “Ya siap berkoordinasi, tidak masalah,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Baca juga : Gubernur-Wagub Kalbar Diminta Duduk Bersama
Nusron juga memastikan pihaknya akan mencabut HGU sejumlah perusahaan di daerah terdampak untuk pembangunan huntara. “Nanti kita sediakan. Itu juga tidak ada masalah,” jelasnya.
Sedangkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, pemerintah akan membangun 2.000 rumah untuk korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Program tersebut akan memanfaatkan skema Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menggandeng pihak swasta.
Ia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Hukum terkait tata kelola regulasi agar program pembangunan rumah dapat berjalan lancar. “Saya sudah mendapatkan komitmen 2.000 rumah yang siap dibantu untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah di Sumatera,” ujarnya di Jakarta, Selasa (9/12/2025). [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.