Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Satset dan Sepenuh Hati Tangani Bencana, Presiden Rapat dan Bermalam di Aceh
Selasa, 9 Desember 2025 08:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto satset dan sepenuh hati dalam menangani korban bencana banjir Sumatera. Setelah menemui pengungsi dan mengecek perbaikan infrastruktur di Aceh, Minggu (7/12/2025), Prabowo langsung memimpin rapat dan bermalam di sana.
Prabowo berangkat pagi-pagi dari Jakarta menuju Aceh, Minggu (7/12/2025). Pesawat Kepresidenan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 07.55 WIB. Pesawat Kepresidenan mendarat di Lanud Sultan Iskandar Muda pukul 10.20 WIB.
Dari bandara, Prabowo dan rombongan bergerak menuju titik-titik terdampak bencana. Di sana, Prabowo mengecek pembangunan jembatan, bertemu petani terdampak, mengecek tenda pengungsian, sampai mencicipi makanan untuk para pengungsi.
Malamnya, Prabowo memimpin rapat terbatas di Pos Pendamping Nasional Penanganan Bencana Alam Aceh, di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. Hadir dalam rapat ini di antaranya sejumlah menteri terkait dan kepala daerah di Aceh.
Sejumlah pejabat tiba di posko sejak pukul 18.20 WIB. Anggota Kabinet Merah Putih yang hadir di antaranya Menko Pembabungan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Hadir pula Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, KSAL Laksamana Muhammad Ali, KSAU Marsekal Tonny Harjono, Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Dirut PLN Darmawan Prasodjo, Gubernur Aceh Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, dan para bupati/wali kota daerah terdampak.
Baca juga : Sawah Rusak Diperbaiki, Utang Petani Dihapus
Dalam arahannya, Prabowo memberikan semangat ke jajarannya untuk melakukan penanganan terbaik bagi para korban bencana. Kepala Negara menegaskan, soliditas dan gotong royong seluruh pihak membuat penanganan bencana menjadi lebih mudah.
"Kita pernah mengalami musibah yang besar, cobaan-cobaan besar. Namun, kita dengan kerja sama, dengan kekompakan, kita mampu menghadapinya,” kata Prabowo.
Mantan Menteri Pertahanan ini mencontohkan kerja dari para petugas tanggap darurat. Mulai dari proses evakuasi korban hingga pemulihan infrastruktur “Saya lihat sendiri di lapangan, saya tanya prajurit-prajurit, ada yang sudah 7 hari, 8 hari bekerja. Terima kasih,” tambah Prabowo.
Prabowo memastikan, Pemerintah all-out mengurus penanganan bencana Sumatera. Prabowo pun akan terus memantau kinerja seluruh pemangku kepentingan terkait. Tujuannya agar pemulihan dilakukan secepat mungkin.
“Saya akan terus monitor. Mungkin tiap beberapa hari, saya akan datang terus ke semua daerah. Mungkin, ratas-ratas ke depan juga di daerah-daerah,” ucapnya.
Baca juga : Presiden Cicipi Menu Tongkol di Pengungsian
Mantan Danjen Kopassus ini menegaskan, jangan sampai ada yang dibutuhkan rakyat tidak sampai. “Obat-obatan harus segera, prioritas. Obat-obatan itu, kemudian pakaian,” titahnya.
Prabowo juga meminta agar penanganan kebutuhan pakaian masyarakat terdampak dapat menjadi program khusus yang memberdayakan industri nasional. “Bikin proyek khusus pakaian ini dikirim ke daerah-daerah, dihitung. Ini juga bisa boost untuk industri garmen kita, industri tekstil kita,” cetus Prabowo.
Dia juga mewanti-wanti jajarannya tidak menyelewengkan dana bantuan untuk korban bencana. Semua harus menjaga integritas dalam penggunaan anggaran dan distribusi bantuan.
“Tidak boleh ada penyelewengan, tidak boleh ada korupsi di semua entitas pemerintahan. Jangan ada mencari keuntungan di tengah penderitaan rakyat," warningnya.
Rapat ini menghasilkan beberapa keputusan penting. Di antaranya pemberian bantuan senilai Rp 20 miliar Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Sedangkan untuk 52 kabupaten/kota yang terdampak bencana mendapatkan bantuan masing-masing Rp 4 miliar.
Baca juga : Jenazah Diangkut Becak Dari Jalanan Ke Kuburan
Keputusan ini lahir setelah Prabowo menerima laporan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Menurut Tito, meski pemerintah pusat sudah mengirim pangan, BBM, dan beras dalam jumlah besar, kebutuhan harian khusus yang sangat dibutuhkan perempuan dan bayi tidak bisa didanai daerah.
Awalnya Tito mengusulkan bantuan Rp 2 miliar. "Pak Mendagri, Anda minta Rp 2 miliar per kabupaten. Saya kasih Rp 4 miliar," ucap Prabowo.
Kepada para kepala daerah yang hadir, Prabowo menegaskan bahwa Pemerintah Pusat akan berada di belakang mereka. "Kalian panglima-panglima terdepan, kalian yang harus bekerja keras untuk rakyat. Yang bisa saya kerahkan adalah dukungan untuk kalian supaya kalian tidak ragu-ragu," ucapnya.
Rapat ini berlangsung sampai malam. Pagi harinya, Senin (8/12/2025), Prabowo bertolak ke Pakistan untuk melakukan kunjungan kerja.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya