BREAKING NEWS
 

Pemerintah Waspada Dan Lakukan Modifikasi Cuaca, Indonesia Dikepung 3 Siklon

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : ADITYA NUGROHO
Rabu, 17 Desember 2025 08:05 WIB
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani. (Foto: Dok. BMKG)

 Sebelumnya 
Menurut dia, BMKG juga telah memasang lebih dari 10.000 alat deteksi untuk memantau cuaca, gempa bumi, dan tsunami yang tersebar di 191 daerah di Indonesia. Sepanjang 2025, BMKG mencatat lebih dari 40.000 kejadian gempa, dengan 917 di antaranya dirasakan masyarakat dan 24 bersifat merusak. 

Selain itu, Lanjutnya, BMKG mengoperasikan lightning detector di 38 unit pelaksana teknis untuk memantau aktivitas petir, serta mengembangkan prakiraan cuaca berbasis dampak (Impact-Based Forecast/IBF) yang mengintegrasikan risiko, keterpaparan, dan kerentanan. 

“Kami bekerja sama dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), dan Basarnas. Masyarakat diimbau tetap tenang, namun siaga terhadap potensi hujan lebat dan gelombang tinggi,” tegas Faisal. 

Baca juga : Presiden Jenguk Ke Rumah Sakit, Keluarga Korban Mobil MBG Nangis Terharu

Sementara, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, Pemerintah siap menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Operasi modifikasi cuaca, menurut AHY, juga penting untuk menjaga kelancaran distribusi logistik bantuan ke Sumatera. 

“Kami menerima penjelasan dari Kepala BMKG. Ini kondisi yang tidak lazim di wilayah tropis. Pemerintah terus melakukan mitigasi,” ujar AHY di Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2025). 

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan Presiden terus memantau perkembangan cuaca, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. Presiden meminta peringatan dini BMKG diperhatikan agar mitigasi dapat dilakukan lebih awal. 

Baca juga : Target Penerimaan Pajak Masih Jauh, Anak Buah Purbaya Panggil Konglomerat

Dukungan juga datang dari DPR. Anggota Komisi VIII DPR Sandi Fitrian Noor mendorong sosialisasi peta risiko dan simulasi evakuasi hingga tingkat RT/RW. “Data BMKG bukan untuk ditakuti, melainkan dasar kesiapsiagaan bersama,” ujarnya. 

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mengapresiasi Pemerintah yang mengedepankan pendekatan saintifik dalam menghadapi peringatan BMKG. “Sehingga masyarakat di wilayah-wilayah rawan mendapatkan perhatian khusus agar tak menjadi korban bencana seperti yang terjadi di utara Sumatera,” harapnya. 

Sementara, Anggota Komisi VIII DPR Selly Andriany meminta, Pemda tidak mengabaikan peringatan BMKG. “Jangan menunggu bencana,” kata politikus PDI Perjuangan ini. 

Baca juga : Warga Tak Punya Mata Pencaharian Lagi, Bantuan 4 M Cuma Untuk Beli Minyak-Mie

Dia bahkan meminta Pemda wilayah potensial bencana siap-siap, dari mulai lokasi pengusian hingga edukasi masyarakat. Pemda dimintanya memastikan pemetaan rinci wilayah rawan bencana hingga level desa. “Termasuk, identifikasi kelompok rentan untuk mempercepat evakuasi,” pesannya. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense