RM.id Rakyat Merdeka - Bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menggugah empati berbagai pihak. IPB University turut mengambil peran dengan menyiapkan langkah konkret untuk membantu penanganan dampak bencana tersebut.
Rektor IPB University, Alim Setiawan, menyampaikan pihaknya menyiapkan tiga tahapan penanganan, yakni jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
“Jangka pendek yaitu aksi tanggap darurat. Pada tahap ini IPB University berkolaborasi dengan Aksi Relawan Mandiri (ARM) Himpunan Alumni (HA) IPB University melakukan aksi quick response dengan mengidentifikasi kebutuhan di lokasi bencana,” ujar Alim, sebagaimana dimuat dalam website ipb.ac.id.
Ia menjelaskan, aksi tanggap darurat meliputi penggalangan dana, pengiriman bantuan pangan dan obat-obatan, pemasangan pipanisasi untuk mengalirkan air bersih, penyediaan paket peralatan internet berbasis satelit, hingga pengiriman dokter, dosen, dan mahasiswa untuk pelayanan kesehatan dan gizi.
Baca juga : Di Dapur Pengungsian Agam, Prabowo Santap Nasgor Telur Ceplok Hingga Tandas
“IPB University juga melakukan pendampingan dan pemulihan psikis korban, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta perempuan hamil dan menyusui,” tegasnya. Ia menambahkan, ARM-HA IPB University menjadi ujung tombak pelaksanaan aksi di lapangan.
Alim menyebutkan, pada 6 Desember telah dilakukan aksi Marandang Basamo, yakni memasak satu ton rendang daging, hasil kolaborasi dengan Perhimpunan Alumni, Pelajar, dan Mahasiswa Minang (PAPMM) serta Paragon.
“Rendang ini dikemas dengan teknologi yang dikembangkan IPB University sehingga awet dan aman untuk dikirim ke lokasi bencana,” tuturnya.
Selain rendang, IPB University juga mengirimkan produk pangan inovatif lainnya, seperti nasi steril siap makan, bubur bayi dan lansia, sup krim, biskuit padat gizi, serta produk inovasi pangan lainnya.
Baca juga : Rekonstruksi Sebaiknya Diikuti Rehabilitasi Kawasan
“Kami menghadirkan sentuhan inovasi IPB University dalam produk-produk tersebut, sekaligus memberi perhatian khusus pada perlindungan kelompok rentan,” ungkap Rektor.
Tim IPB University yang diterjunkan ke lokasi bencana juga akan melakukan edukasi kepada warga setempat maupun tim kampus posko terkait pembuatan produk pangan darurat.
Pada tahap jangka pendek ini, IPB University juga melakukan pendataan mahasiswa yang terdampak bencana. “Kami melakukan pendataan dan klasterisasi agar bantuan terdistribusi merata. Salah satunya melalui program makan malam gratis, selain makan siang bersubsidi di Warung Kita, warung bersubsidi milik IPB University untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan,” jelas Alim.
Ia mengungkapkan, lebih dari 2.000 mahasiswa IPB University tercatat terdampak bencana banjir tersebut.
Baca juga : Kasus Suap Lampung Tengah, KPK Geledah Kantor hingga Rumah Dinas Bupati
Memasuki tahap jangka menengah, yakni rehabilitasi dalam rentang satu hingga enam bulan ke depan, IPB University menyiapkan penguatan transisi dari pangan darurat ke pangan yang lebih stabil, pemulihan psikososial lanjutan, reaktivasi pertanian, kebangkitan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peninjauan kembali Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak.
“Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendanai empat proposal IPB University untuk aksi tanggap darurat dan rehabilitasi, meliputi distribusi logistik, layanan kesehatan dan gizi, pendampingan psikososial, serta mitigasi dan edukasi kebencanaan,” tambahnya.
Untuk jangka panjang, IPB University akan menerapkan berbagai kebijakan afirmatif bagi daerah terdampak bencana, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, program Dosen Mengabdi, pemberian beasiswa bagi mahasiswa baru asal wilayah bencana, serta penyusunan berbagai studi, kajian, dan policy brief kebencanaan.
“Langkah-langkah ini kami siapkan agar pemulihan tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan,” pungkas Alim.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.