RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) dibentuk untuk kerja-kerja kemanusiaan yang bersifat teknis, responsif, dan berbasis kebutuhan lapangan, bukan sekadar teori.
Megawati menekankan pentingnya kesiapan di lokasi bencana, mulai dari penyediaan dapur umum, logistik yang sesuai kondisi lapangan, hingga pemenuhan kebutuhan spesifik masyarakat terdampak seperti air bersih, makanan hangat, obat-obatan, perlengkapan bayi, serta kebutuhan perempuan.
“Begitu Baguna turun, yang utama adalah membuka dapur umum. Dapur umum itu untuk siapa pun yang membutuhkan, tanpa melihat latar belakang apa pun. Ini urusan kemanusiaan, bukan urusan politik,” tegas Megawati.
Ia juga mengingatkan agar bantuan disalurkan sesuai kebutuhan nyata di lapangan dan tidak asal memberikan barang. Selain itu, pencatatan wilayah rawan bencana dinilai penting sebagai bagian dari mitigasi jangka panjang.
Baca juga : Danone Indonesia Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera
Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana Tri Rismaharini mengungkapkan alasan partainya memberikan apresiasi kepada para pengemudi ambulans dan relawan kebencanaan yang selama ini bekerja tanpa mengenal waktu dan tanpa pamrih.
Menurut Risma, para sopir ambulans kerap bekerja tanpa hari libur, tetap mengantar pasien pada hari Minggu hingga dini hari. Peran mereka pun tidak hanya sebatas mengemudi, tetapi juga membantu berbagai kebutuhan darurat pasien.
“Kadang saat mengantar pasien mereka harus mencari darah ke PMI, mengurus obat, bahkan mengurus asuransi jika terjadi kecelakaan. Semua itu dilakukan oleh para sopir ini,” ujar Risma dalam kegiatan Mitigasi Bencana dan Pertolongan Korban yang digelar Badan Penanggulangan Bencana PDI Perjuangan di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).
Berangkat dari kondisi tersebut, Risma bersama jajaran DPP PDI Perjuangan berinisiatif memberikan apresiasi nyata. Awalnya penghargaan ditujukan khusus kepada pengemudi ambulans, namun kemudian diperluas kepada relawan partai yang aktif membantu masyarakat di lapangan.
Baca juga : LOreal Indonesia Buka Jalan Bagi Perempuan Bekerja setelah Career Break
Ia menjelaskan, relawan seperti Baguna dan tim kesehatan PDI Perjuangan telah terlibat langsung dalam penanganan bencana dan aksi kemanusiaan di berbagai daerah. Atas dedikasi tersebut, partai menyiapkan lebih dari 2.000 penghargaan bagi relawan di seluruh Indonesia.
“Mereka ini tidak digaji oleh partai. Operasional ambulans pun dijalankan secara mandiri. Karena itu kami berupaya mencarikan CSR agar mereka mendapatkan perlindungan,” jelas Risma.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Para pengemudi ambulans dan relawan kini mendapatkan asuransi kesehatan serta asuransi jiwa sebagai bentuk perlindungan atas risiko kerja. Risma berharap apresiasi ini dapat memperkuat kapasitas relawan dalam membantu masyarakat secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Kita harus menghadapi kenyataan bahwa Indonesia rawan bencana. Yang terpenting adalah bagaimana mitigasinya agar tidak banyak korban,” pungkasnya.
Baca juga : DPR Apresiasi Ketegasan Kemkomdigi Berantas Judol dan Jaga Ruang Digital
Dalam kesempatan tersebut, Risma bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning meninjau langsung kesiapan anggota dan relawan Baguna dengan puluhan unit ambulans yang siap diberangkatkan ke wilayah terdampak bencana, termasuk Sumatra.
Jika ingin, saya bisa lanjutkan dengan deskripsi singkat SEO (150 karakter) atau caption Instagram versi Rakyat Merdeka.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.