BREAKING NEWS
 

Hari Ibu Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Tonggak Sejarah Perjuangan Perempuan

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Senin, 22 Desember 2025 18:33 WIB
Ketua Umum Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Giwo Rubianto Wiyogo. Foto: GWS

RM.id  Rakyat Merdeka - Peringatan Hari Ibu di Indonesia memiliki makna mendalam yang melampaui sekadar perayaan kasih sayang antara anak dan ibu seperti Mother’s Day di luar negeri. Hari Ibu adalah penanda sejarah penting perjuangan perempuan dalam membangun bangsa.

Ketua Umum Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Giwo Rubianto Wiyogo menegaskan bahwa Hari Ibu merupakan pengingat akan peran strategis perempuan dalam perjalanan kemerdekaan hingga pembangunan nasional saat ini.

"Hari Ibu bukan sekadar momentum seremonial, melainkan refleksi atas kontribusi nyata perempuan Indonesia. Mereka terlibat aktif dalam perjuangan melawan penjajahan dan memperjuangkan keadilan sosial sejak masa pergerakan nasional," ujar Giwo dalam keterangannya, Senin (22/12/2025).

Menilik sejarah, Presiden Federasi Business and Professional Women (BPW) Indonesia ini menjelaskan, tonggak penting pergerakan perempuan dimulai pada 22 Desember 1928 melalui Kongres Perempuan Indonesia Pertama di Yogyakarta.

Baca juga : Pemprov Jakarta Gelar Upacara Hari Ibu ke-97, Seluruh Petugas Perempuan

Kala itu, di tengah cengkeraman kolonial, perempuan dari berbagai latar belakang bersatu dan berkolaborasi. Mereka menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan sekaligus merebut kemerdekaan.

"Semangat persatuan dan kesadaran kolektif inilah yang menjadi fondasi lahirnya Hari Ibu di Indonesia," lanjutnya.

Adsense

Ketua Umum Persatuan Perempuan Indonesia (PPI) ini juga mewanti-wanti agar pemaknaan Hari Ibu tidak tereduksi menjadi sekadar perayaan emosional tahunan. Menurutnya, publik harus paham bahwa perempuan memiliki peran strategis di ranah domestik maupun publik.

"Perempuan telah dan terus menjadi bagian penting dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, politik, hingga kepemimpinan nasional," tegas Giwo.

Baca juga : Demi RI Masuk 4 Besar Ekonomi Dunia, Presiden Tindak Tegas Pejabat Yang Nakal

Lebih lanjut, Giwo berharap pemahaman utuh terhadap makna Hari Ibu dapat mendorong perempuan Indonesia semakin berdaya. Ia menekankan bahwa pembangunan bangsa yang inklusif membutuhkan keterlibatan aktif perempuan sebagai pengambil keputusan yang berintegritas.

"Tanpa partisipasi perempuan, upaya mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bersama akan berjalan timpang," imbuhnya.

Dalam konteks menuju Indonesia Emas 2045, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu kunci utama peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Akses yang adil terhadap pendidikan, ekonomi, dan kepemimpinan akan memperkuat daya saing bangsa.

Pun, Giwo mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan Hari Ibu sebagai momentum aksi nyata untuk memperjuangkan kesetaraan gender.

Baca juga : Hari Ibu 2025, Perempuan Astra Dukung Pemberdayaan Perempuan Pesisir

"Selamat Hari Ibu. Perempuan berdaya, bangsa berjaya. Jayalah perempuan Indonesia menuju Indonesia Emas," pungkas Giwo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense